Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Pandji Pragiwaksono melihat kekhawatiran terhadap AI hari ini sebagai pola yang berulang dari setiap era teknologi baru. Kecerdasan buatan saat ini adalah kelanjutan dari perkembangan teknologi, selayaknya ketika muncul alat seperti telepon kabel, komputer, internet, hingga media sosial.

Ia menyampaikan pandangan ini dalam bincang-bincang "The Future is Undeniably Human" yang digelar IOH di JICC Jakarta, Sabtu (5/9/2026), bersama Najwa Shihab dan Vikram Sinha.

"Saya optimistis. Saya tahu ada banyak kekhawatiran dan ada banyak sinisme terhadap AI. Tapi saya familiar dengan semuanya. Saya pernah melihat perasaan-perasaan seperti ini di setiap era dalam hidup saya," ujar sosok yang mengenyam kuliah di ITB (1997) itu.

Baginya, teknologi pada dasarnya adalah alat untuk mempermudah, bukan tujuan itu sendiri, dan AI membawa prinsip ini ke tingkat baru karena jawaban atas pertanyaan kini bisa didapat dalam hitungan detik.

| Baca Juga: Najwa Shihab: AI Bisa Bikin Kita Cepat Dapat Jawaban, Tapi Belum Tentu Paham

Namun, kemudahan itu justru membuat kemampuan mengambil keputusan menjadi semakin penting, karena mendapat jawaban dan menentukan tindakan adalah dua hal berbeda.

"AI bisa memberikan informasi dan jawaban, tetapi keputusan-keputusan itu tetap harus diambil oleh nurani kita," katanya.

Pandji juga menekankan bahwa cepat menggunakan teknologi tidak sama dengan bijaksana menggunakannya.

Manusia tetap butuh waktu dan proses untuk memahami, belajar dari kesalahan, dan membentuk penilaian.

| Baca Juga: Jangan Biarkan Inspirasi Berlalu! Begini Cara Mengubah Ide Menjadi Karya dengan AI

Pandangan ini ia kaitkan dengan pesan mendiang ayahnya yang selalu diingatnya. "You can be fast, but don't be in a hurry," ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar di era AI bukan soal kemampuan manusia mengikuti kecanggihan teknologi, melainkan memastikan manusia tetap punya waktu untuk berpikir, keberanian untuk mempertanyakan, dan nurani untuk menentukan arah penggunaannya. (*)

Tags: