Tokoh utama film ini bukanlah karakter adaptasi game seperti Leon S. Kennedy atau Claire Redfield yang memiliki kemampuan survival dan tempur yang mumpuni. Meski begitu, cerita film ini ditempatkan berdampingan dengan alur Resident Evil 2.

Kepada IGN, ia menjelaskan bahwa aturan utamanya dalam menggarap film ini adalah menciptakan pengalaman menonton yang terasa seperti sensasi memainkan gamenya, namun tetap berada dalam semesta Resident Evil.

Pendekatan ini dinilai lebih cerdas dibanding sekadar mereplikasi ulang cerita yang sudah ada, karena memberi keleluasaan bagi Cregger untuk mengejar sensasi 'bermain', bukan sekadar mengulang memori menonton cutscene.

Langkah ini sejalan dengan gaya khasnya, yakni menghadirkan ketegangan domestik ala Barbarian ke dalam waralaba besar milik studio.

Tak Mengandalkan Zombie Semata

Sebagian besar durasi trailer berfokus pada Bryan sebagai tokoh utama, menampilkan sosok yang kalang kabut mencari senjata yang bahkan tak ia mengerti cara memakainya, sementara sosok yang mengejarnya nyaris tak pernah diperlihatkan. Ini adalah kesengajaan.

Cregger menyebut film ini tidak terlalu mengandalkan zombie, melainkan lebih berfokus pada makhluk-makhluk aneh hasil mutasi.

Menurutnya, virus-T membuka peluang besar untuk menampilkan efek mengerikan pada tubuh manusia dan lingkungan sekitar, sehingga jika hanya dibatasi pada sosok zombie saja, itu akan menjadi kesempatan yang disia-siakan. Ia ingin benar-benar memvariasikan ancaman yang muncul di layar. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: