VIVIA MEDIA — Komposer Ludwig Göransson dipercaya sutradara Christopher Nolan menciptakan musik scoring untuk proyek film terbesarnya, 'The Odyssey'. Tak disangka, Nolan memberikan syarat yang sulit kepada Göransson dalam menciptakan karya musiknya tersebut.

Ketika Nolan menyerahkan proyek epik terbesarnya tahun ini kepada Göransson, ia memberi satu syarat tak biasa. Musik orkestra dilarang tampil sama sekali dalam scoring film.

Bagi Göransson, larangan itu justru menjadi pintu masuk untuk menciptakan salah satu scoring paling berani dan eksperimental tahun ini untuk film The Odyssey. Ini merupakan kolaborasi ketiganya dengan Nolan setelah Tenet dan Oppenheimer.

Namun, logika di balik permintaan Nolan sebenarnya sederhana. Dunia dalam kisah Homer mengenal lira dan pipa buluh sebagai musik. Jauh sebelum orkestra modern lahir.

| Baca Juga: Christopher Nolan Hidupkan Kembali Legenda Homer Lewat The Odyssey

Ketika diwawancarai oleh Time Magazine, Göransson pun menegaskan hal tersebut. “Orkestra memang belum ada pada masa itu,” ujarnya.

Menurutnya, larangan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Nolan sendiri disebut ingin menghasilkan nuansa musik yang lebih timeless dibanding film-film epik pada umumnya. Nolan juga ingin menghindari perbandingan langsung dengan scoring legendaris Hans Zimmer untuk Gladiator.

35 Gong Perunggu dan Logam Bekas

Untuk mewujudkan visi tersebut, Göransson memburu 35 gong perunggu dengan berbagai ukuran yang dipilih agar selaras dengan latar zaman cerita.

Gong-gong itu dipukul, direkam, lalu diolah melalui synthesizer hingga menghasilkan suara yang terdengar seperti perpaduan antara situs arkeologi kuno dan klub malam Berlin. Logam bekas pun tak luput dari eksperimen, diubah menjadi instrumen perkusi lewat sesi rekaman yang memperlakukan benda-benda sehari-hari sebagai alat musik.

| Baca Juga: Sempat Dihujat, ‘The Odyssey’ Bungkam Kritik Lewat Rating Nyaris Sempurna!

Pendekatan ini sejalan dengan gaya kerja Göransson belakangan ini. Ia membangun scoring pemenang Oscar untuk 'Sinners' dari gitar resonator Dobro tahun 1932. Sementara untuk Tenet dibangun dari audio yang diputar terbalik.

Riset Göransson juga membawanya menelusuri instrumen Yunani kuno yang otentik, termasuk lira dan aulos, alat tiup berpipa ganda yang kerap digambarkan pada vas dan ukiran kuno. Ia bahkan menyebut aulos sebagai instrumen paling populer pada masanya.

LudwigGoransson_byPhilipRomano
Komposer Ludwig Goransson_byPhilipRomano_Wikipedia

Suara Manusia dan Lagu Penutup

Di tengah dominasi logam dan perkusi eksperimental, vokal manusia menjadi elemen yang membawa muatan emosional cerita. Di sini, terciptalah 'When I'm Home' yang dibawakan oleh penyanyi dan pencipta lagu asal Inggris James Blake.

Suara falsetto James Blake mengalun di atas bebunyian gong perunggu layaknya kabut laut, membantu menyeimbangkan sisi lembut di antara instrumen-instrumen keras tersebut.

| Baca Juga: Gara-gara The Odyssey, Tom Holland Ngaku Diancam Ditinggalkan Zendaya

Lagu 'When I’m Home' sendiri ditulis oleh James Blake, Travis Scott, Göransson, dan Nolan.

The Odyssey yang dibintangi Matt Damon, Anne Hathaway, Tom Holland, Robert Pattinson, Zendaya, hingga Charlize Theron, telah tayang di bioskop sejak 17 Juli 2026. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: