VIVIA MEDIA — Tidak sedikit orang tua merasa cemas ketika melihat teman anaknya sudah mahir memainkan alat musik, memenangkan perlombaan, atau mahir kemampuan tertentu. Di tengah derasnya informasi dan media sosial, kekhawatiran bahwa anak akan “tertinggal” sering kali membuat orang tua berlomba mencari bakat sejak usia dini.

Psikolog Anak dan Keluarga Ayoe Sutomo, M.Psi., Psi. menyatakan masa kanak-kanak justru bukan tentang seberapa cepat menemukan bakat, melainkan tentang seberapa banyak kesempatan yang dimiliki anak untuk mengenali diri lewat berbagai pengalaman.

“Setiap anak memiliki cara dan waktu yang berbeda untuk bersinar. Karena itu, orang tua tidak perlu khawatir apabila anak belum menunjukkan bakat tertentu atau masih sering berganti-ganti minat. Hal yang terpenting adalah memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba berbagai pengalaman dan menikmati setiap tahap perkembangannya,” ujar Ayoe saat bincang-bincang tentang Bebelac Little Star 2026 di kawasan Pecenongan, Jakarta pada Jumat (24/7).

Ketika anak diberi kesempatan mencoba beragam aktivitas, mereka bukan hanya sedang mencari apa yang disukai, tetapi juga belajar memahami diri sendiri, membangun karakter, dan mengembangkan kemampuan sosial yang akan berguna dalam kehidupannya kelak.

| Baca Juga: Punya Anak Soft Spoken, Ternyata Ini Pola Asuh yang Diterapkan Indah Permatasari

Bakat Tidak Perlu Dipaksakan

Ayoe menilai masih banyak orang tua yang terburu-buru mengarahkan anak pada satu bidang tertentu dengan harapan bakatnya segera terlihat. Padahal, hingga sekitar usia 10 tahun, anak masih berada pada fase eksplorasi.

“Artinya, anak perlu dikenalkan pada banyak hal, mencoba banyak pengalaman, dan belum waktunya dibatasi hanya pada satu aktivitas saja,” katanya.

Pada fase tersebut, menurut Ayoe, anak justru membutuhkan pengalaman yang beragam.

Mulai dari bermain musik, menggambar, menari, berolahraga, memasak bersama orang tua, hingga aktivitas sederhana lainnya dapat menjadi media belajar yang sama berharganya.

| Baca Juga: Tips Mengelola Rasa Lapar saat Menjalani Diet Defisit Kalori

Pandangan itu juga sejalan dengan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology (2023). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa keterampilan sosial dan emosional menjadi salah satu kompetensi penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan anak.

1 2 3

Tags: