Grup Jazz Krakatau dan Karimata Reuni Sepanggung Setelah 40 Tahun
VIVIA MEDIA — Dua legenda jazz fusion Indonesia, Krakatau dan Karimata, akhirnya kembali dipertemukan dalam satu panggung setelah hampir empat dekade. Momen bersejarah itu akan tersaji dalam Jazz Goes to Campus (JGTC) The City Series Vol. 2 yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Reuni dua band yang menjadi ikon jazz Indonesia era 1980-an ini menjadi salah satu suguhan paling dinantikan para pencinta musik. Pasalnya, terakhir kali Krakatau dan Karimata tampil bersama terjadi sekitar tahun 1987 atau 1988 dalam sebuah konser di Surabaya, Jawa Timur.
Drummer Krakatau, Gilang Ramadhan, mengaku masih mengingat momen langka tersebut. Menurutnya, setelah konser di Surabaya itu, kedua grup memang kerap tampil di berbagai festival jazz, namun selalu bergantian dan belum pernah lagi berada dalam satu panggung.
"Kalau tidak salah sekitar tahun 1987 atau 1988 di Surabaya. Sejak saat itu kami tidak pernah tampil bersama lagi," ujar Gilang dalam konferensi pers di Jakarta.
| Baca Juga: Resmi Dirilis, Momo eks Geisha Kolaborasi Bareng Enau Dalam Single Terbaru
Gilang mengungkapkan, selama bertahun-tahun para penggemar terus menanyakan kapan Krakatau dan Karimata kembali tampil bersama. Kini penantian itu akhirnya terjawab melalui JGTC The City Series Vol. 2.
"Alhamdulillah akhirnya tanggal 31 Juli kami bisa tampil bersama lagi. Banyak yang sudah lama menanyakan kapan Krakatau dan Karimata manggung bareng," kata Gilang.
Tak hanya sekadar tampil dalam satu panggung, konser ini juga menghadirkan konsep kolaborasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Keyboardis Karimata, Candra Darusman, mengungkapkan bahwa kedua band akan saling membawakan lagu satu sama lain.
"Karimata akan memainkan lagu Krakatau, Krakatau akan memainkan lagu Karimata, di samping kita juga main bersama. Seru sekali," ungkap Candra.
| Baca Juga: Parade Hujan Rilis Album 'Punar', Babak Baru Tiga Personel Eks Payung Teduh
Menurutnya, ide kolaborasi tersebut muncul karena selama puluhan tahun kedua grup sebenarnya telah bersahabat dekat, namun selalu tampil secara terpisah.
"Selama ini kami manggung sendiri-sendiri. Akhirnya muncul ide, kenapa tidak main bareng saja?" katanya.
Selain bertukar lagu, penonton juga akan disuguhi kolaborasi lintas personel serta battle performance yang hanya bisa disaksikan di panggung JGTC The City Series Vol. 2.
Keyboardis Krakatau, Dwiki Dharmawan, menyebut Karimata dan Krakatau sebagai "saudara" yang tumbuh pada era yang sama dan ikut membesarkan musik jazz fusion Indonesia.
| Baca Juga: Tak Kenal Kata Pensiun, Achmad Albar Tetap Berkarya di Usia 80 Tahun
"Krakatau dengan Karimata itu seperti saudara. Dua band ini muncul pada periode yang sama dan masa-masa itu sangat mengasyikkan. Sekarang saatnya kita ulangi lagi di JGTC The City Series," ujar Dwiki.
Sementara itu, Candra Darusman menjelaskan bahwa konser kali ini memang mengusung tema jazz fusion atau jazz-rock, berbeda dari edisi perdana yang mengangkat konsep big band.
Menurutnya, jazz fusion merupakan salah satu subgenre yang berkembang sejak akhir 1960-an di Amerika Serikat dan mencapai popularitas tinggi di Indonesia pada pertengahan 1980-an.
Ketua Pelaksana JGTC The City Series Vol. 2, Untung Pranoto, menyebut mempertemukan Karimata dan Krakatau ibarat mengumpulkan dua superhero dunia jazz Indonesia.
| Baca Juga: Ungu Siap Gelar Konser 'Final Chapter', Rayakan 30 Tahun Berkarya
"Menghadirkan Karimata dan Krakatau dalam satu konser rasanya seperti mempertemukan dua jagoan, ibarat The Avengers dunia jazz Indonesia," ujarnya.
Konser juga akan semakin meriah dengan kehadiran sejumlah penyanyi legendaris, seperti Harvey Malaihollo, Ricky Basuki, dan Lydia Nursaid. Acara akan dipandu oleh Indra Bekti dan Shinta Juju.
Menuju 50 Tahun Jazz Goes to Campus
JGTC The City Series Vol. 2 merupakan bagian dari rangkaian menuju dua tonggak penting, yakni 50 tahun Jazz Goes to Campus dan 500 tahun Kota Jakarta.
Setelah sukses menggelar edisi perdana pada April 2026 dengan konsep big band, kali ini JGTC menghadirkan pengalaman berbeda melalui perayaan sejarah jazz fusion Indonesia yang dipadukan dengan nuansa budaya Betawi sebagai penghormatan terhadap Jakarta. (*)







