Meski Cuma 'Atlet Tarkam', Fedi Nuril Tetap Latihan Intensif Demi Film 'Bapakmu Kiper'
VIVIA MEDIA — Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis trailer 'Bapakmu Kiper'. Film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026 ini menjanjikan kisah hangat sekaligus mengharukan tentang hubungan antara ayah dan anak melalui dunia sepak bola antarkampung (tarkam) yang unik.
Bapakmu Kiper mengangkat dinamika hubungan yang renggang antara seorang ayah dan anak laki-lakinya yang telah lama terpisah oleh luka masa lalu. Lewat atmosfer pertandingan tarkam yang seru, jenaka, dan penuh klenik khas kompetisi antar desa, keduanya dipertemukan kembali dalam satu lapangan yang sama.
Film yang disutradarai Ody Harahap dan diproduksi oleh ESI di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI), menggandeng aktor kawakan Fedi Nuril dan aktor muda berbakat Ali Fikry sebagai pemeran utama.
Reuni 'Multiverse' Bapak dan Anak: Fedi Nuril Puji Bakat Ali Fikry
Proyek ini menjadi ajang reuni bagi Fedi Nuril dan Ali Fikry setelah sebelumnya beradu akting dalam film horor Qorin 2. Namun, berbeda dengan proyek sebelumnya, kali ini keduanya harus membangun chemistry dalam balutan genre komedi. Fedi Nuril mengungkapkan antusiasmenya bisa kembali bekerja sama dengan Ali.
| Baca Juga: Teaser Film 'Bapakmu Kiper' Dirilis, Ali Fikry Jadi Pemain Bola Tarkam
"Selalu menyenangkan. Karena genrenya sekarang komedi, jadi tetap ada sesuatu yang baru dan segar untuk dieksplorasi. Sudah klop banget, istilahnya kami ini 'Bapak dan Anak Multiverse'," kata Fedi Nuril saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026)
Lebih lanjut, Fedi mengaku terkejut dengan perkembangan fisik dan kemampuan Ali Fikry saat ini. Ia memuji kemahiran Ali dalam bermain bola yang dianggapnya di atas rata-rata anak seusianya.
"Aku kaget, ternyata dia jago banget main bolanya. Bukan cuma bisa, tapi jago. Dia menguasai berbagai trik bola, bahkan selebrasi sampai salto. Kalau salto aku tidak terlalu kaget karena tahu dia punya dasar gymnastics, tapi melihat cara dia dribbling, menyundul, dan menendang, itu sudah tidak biasa lagi," puji Fedi.
Persiapan Intensif dan Karakter Legenda Tarkam 'Serigala Sakti'
Dalam film ini, Fedi Nuril berperan sebagai Wartono, seorang mantan kiper tarkam legendaris dari tim bernama Serigala Sakti. Untuk mendalami peran tersebut, Fedi menjalani latihan intensif selama kurang lebih dua minggu sebelum syuting dimulai, dan tetap berlanjut selama proses produksi berlangsung.
| Baca Juga: Poster Fedi Nuril Mau Menangkap Bola di Film 'Bapakmu Kiper' Bikin Penasaran
Latihan tersebut melibatkan pelatih profesional untuk mengasah teknik kiper, mulai dari cara menangkap hingga menendang bola. Menariknya, Fedi juga banyak berlatih tanding dengan Ali Fikry untuk membangun koneksi karakter Wartono dan Dino di lapangan.
"Ada adegan di mana Wartono mencoba meyakinkan Dino bahwa bapaknya masih punya kemampuan dengan mengajak latihan bareng. Kami harus meyakinkan penonton bahwa Wartono ini memang jago dan kemunculannya kembali di lapangan bisa mengintimidasi lawan yang meremehkannya karena faktor usia," jelas bintang film Pangku ini.
Julukan 'Ogi Keeper Malas Nangkep' dan Inspirasi dari Ederson
Meskipun berperan sebagai kiper legendaris, Fedi Nuril secara jujur mengakui bahwa secara personal ia tidak merasa memiliki bakat alami sebagai penjaga gawang. Aktor 44 tahun ini bahkan mendapatkan julukan unik selama proses syuting akibat gaya bermainnya yang tidak biasa.
"Aku dijuluki 'Ogi Keeper Malas Nangkep'. Kalau ada bola dan lawan masih jauh, aku giring saja dulu. Baru kalau lawan sudah benar-benar dekat, aku tangkap. Bahkan saat adegan diserang beruntun, aku lebih banyak menghalau bola pakai kaki daripada tangan," tuturnya sambil tertawa.
| Baca Juga: Ari Irham Belajar Jadi Vokalis Band Demi Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Fedi menyebut gaya uniknya ini terinspirasi dari mantan kiper Manchester City, Ederson Moraes.
"Naluri aku memang bukan kiper murni, tapi aku rasa itu bisa jadi ciri khas karakter ini. Mirip Ederson yang dijuluki kiper malas tangkap dan suka cari bahaya karena lebih sering dribbling daripada langsung tendang ke depan," jelas Fedi.
Latihan Fisik Intensif
Bermain dalam film bertema olahraga menuntut stamina fisik yang prima. Fedi Nuril mengungkapkan bahwa dirinya harus menjalani strength training untuk penguatan otot, latihan kelincahan (agility), hingga pengaturan pola makan yang ketat.
Tantangan terbesar bagi Fedi adalah menjaga berat badan agar tidak terus merosot akibat banyaknya aktivitas fisik di lapangan.
| Baca Juga: Bintangi Film 'Filosofi Teras', Sherina Munaf Merasa Relate dengan Karakter Nea
"Aku orangnya susah gemuk. Jadi, supaya kontinuitas di film terjaga dan tidak mendadak terlihat makin kurus asupan kalori benar-benar dijaga ketat," ungkapnya.
Selain masalah gizi, ada cerita jenaka di balik layar mengenai fasilitas fisioterapi. Fedi menceritakan pengalamannya harus 'mengalah' dari aktor Bang Tigor lawan mainnya di film.
"Aku minta fisioterapis spesifik yang sudah langganan. Tapi setiap mau dipakai di lapangan, selalu dipakai Bang Tigor duluan. Dan itu lama sekali prosesnya. Sepanjang syuting, aku cuma kebagian jatah sekali, itu pun karena kebetulan Bang Tigor sedang tidak ada jadwal syuting hari itu," kenangnya. (*)







