Festival Film Internasional Busan Umumkan 30 Proyek Terpilih, 3 Karya Indonesia Lolos
VIVIA MEDIA — Festival Film Internasional Busan atau Busan International Film Festival (BIFF) melalui ajang Asian Project Market (APM) resmi mengumumkan 30 proyek film yang terpilih untuk edisi 2026. Ajang pendanaan dan pengembangan proyek film terbesar di Asia ini akan digelar pada 10 hingga 13 Oktober mendatang, bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Contents & Film Market di BEXCO, Busan, Korea Selatan.
Kabar baiknya, Indonesia kembali mencatatkan kehadirannya dalam ajang bergengsi ini.
Setidaknya ada tiga proyek asal Indonesia yang berhasil lolos seleksi ketat tahun ini.
Proyek pertama adalah 'Goldfish', debut penyutradaraan film panjang dari Aditya Ahmad. Sebelumnya, Ahmad pernah meraih penghargaan film pendek terbaik di ajang Horizons, Festival Film Venesia, pada 2018. Proyek ini diproduseri oleh Muhammad Zaidy Amiruddin dan Meiske Taurisia.
| Baca Juga: Bintang Remaja 'Agent Kim Reactivated' Mengaku Kerja Part-Time di Kedai Takoyaki Saat Syuting Rampung
Proyek kedua datang dari aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian lewat 'Casparina'. Ini merupakan karya kedua Reza setelah film debutnya, 'Pangku', yang tahun lalu meraih tiga penghargaan di seksi Vision, Asia BIFF 2025. 'Casparina' diproduseri oleh Arya Ibrahim dan Gita Fara.
Proyek ketiga adalah 'The Wife Who Can See Dead People (Or Jinn)' garapan sutradara Mouly Surya, salah satu nama besar perfilman Indonesia yang karyanya kerap tampil di panggung internasional.
Selain proyek Indonesia, seleksi APM 2026 juga diwarnai karya dari berbagai negara Asia lainnya.
Dari Thailand, ada 'Fatimah' karya Panu Aree. Kamboja menghadirkan 'Little Phnom Penh' dari sutradara Chheangkea, film panjang pertamanya. Filipina diwakili oleh 'Once Upon a Time in the Philippines' karya E Del Mundo, sementara Iran membawa 'Bon Voyage' dari Mehrnoush Alia.
| Baca Juga: Film 'Monster Pabrik Rambut' Borong Tiga Penghargaan di Dua Festival Film Internasional
Singapura menghadirkan komedi hitam 'Talk to Me When You Are Dead' oleh Alvin Lee, dan Malaysia menampilkan 'One Fine Day' dari Tan Seng Kiat, yang sebelumnya meraih penghargaan APM Next di TCCF 2025.
Dari kawasan Asia Selatan dan Tengah, tercatat nama Prasanna Vithanage dari Sri Lanka dengan 'Islands', Dominic Sangma asal India lewat 'Veil of Dust', serta Tribeny Rai yang kembali membawa proyek keduanya, 'A Chronicle of Minor Things'.
Ada pula tujuh proyek asal Korea Selatan yang turut masuk dalam daftar seleksi tahun ini.
Kehadiran para sineas Indonesia dalam ajang ini menegaskan posisi industri film Tanah Air yang terus mendapat perhatian di kancah perfilman Asia, sekaligus membuka peluang kerja sama produksi dan pendanaan internasional bagi proyek proyek berikutnya. (*)







