Tragedi Gempa Kumamoto Jepang: Gadis 22 Tahun Tewas Terjebak Ledakan Usai Disuruh Amankan Uang Kasir
Manajer penjualan toko tempat korban bekerja mengakui bahwa ia memang memberikan instruksi kepada pekerjanya untuk kembali ke dalam gedung demi menyelematkan uang kasir.
Namun dalam pesannya, ia menegaskan bahwa, 'jika memungkinkan untuk masuk kembali'.
| Baca Juga: Chen Zhi ‘Raja Scam’ Asia Asal Tiongkok Terancam Hukuman Mati
"Saya bertanya apakah mungkin untuk memasukkan uang hasil penjualan perusahaan ke dalam brankas. Saya bilang, 'jika bisa dimasukkan'," katanya.
Sementara Presiden Direktur toko Habita, Kagemasa Ueno, muncul ke depan publik untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Ia juga menghadiri upacara persemayaman korban.
Di sisi lain, pihak Aeon Mall menegaskan bahwa mereka telah menetapkan Standard Operating Procedure (SOP) kebencanaan, yaitu siapa pun yang sudah berhasil keluar gedung dilarang keras untuk masuk kembali.
Pihak keluarga Kurumi Otake sendiri menyayangkan aksi perusahaan yang seolah lebih mementingkan uang daripada nyawa karyawan di tengah bencana yang melanda.
| Baca Juga: Siapa Nabila Gardena? Selebgram Menantu Koruptor Timah Rp300 Triliun yang Viral
"Dia adalah wanita muda yang ceria, bersungguh-sungguh, dan bertanggung jawab, serta disukai banyak orang. Sejujurnya, saya sangat terpukul hingga tak bisa berkata-kata," kata seorang anggota keluarga korban.
Kurumi Otake Tulang Punggung Keluarga
Yang membuat kematian Kurumi Otake semakin menyedihkan dan mendapat sorotan publik karena ia merupakan tulang punggung keluarga. Ia membiayai dua adiknya dan ibundanya setelah ayahnya meninggal dunia tiga tahun lalu.
Gempa Kumamoto Jepang
Menurut laporan terbaru pada Minggu (2/8/2026), total 38 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat gempa tersebut.
Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 2016, kota Kumamoto juga dilanda gempa dahsyat berkekuatan M 7. Disusul dengan gempa-gempa kecil lainnya selama berminggu-minggu. (*)







