Denny Sumargo Rela Botak Demi Film 'Baby Udon'
VIVIA MEDIA — Aktor sekaligus kreator konten ternama, Denny Sumargo, resmi mengumumkan proyek film terbarunya berjudul Baby Udon. Tidak hanya didapuk sebagai pemeran utama pria, pria yang akrab disapa Densu ini juga turun tangan langsung sebagai produser di bawah bendera Sumargo Film.
Menggandeng Lyto Pictures, film ini mengangkat kisah nyata perjalanan emosional pasangan lintas negara, Fanny Kondoh dan mendiang suaminya asal Jepang, Hajime Kondoh.
Film ini akan memotret perjuangan Fanny dan Hajime dalam menanti kehadiran buah hati melalui proses in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.
Namun, penantian tersebut harus dibarengi dengan ujian berat ketika Hajime didiagnosis mengidap kanker hingga akhirnya tutup usia. Keteguhan cinta Fanny dalam membesarkan buah hati mereka, yang kini dijuluki sebagai 'Baby Udon', menjadi inspirasi utama di balik layar lebar ini.
| Baca Juga: Kisah Nyata Film ‘Baby Udon’: Perjalanan Cinta Emosional Bos Marugame Indonesia dengan Seorang Kasir
Berawal Konten Viral dan Sosok Kontroversi
Denny Sumargo mengungkapkan bahwa ketertarikannya.terhadap kisah Fanny Kondoh bermula dari rasa penasaran atas berbagai konten Fanny yang sempat viral di media sosial. Awalnya, Denny hanya mengenal sosok Fanny dari kontroversi yang beredar di publik.
"Awalnya itu viral ya. Viral soal Fanny Kondoh yang beli kuburan setelah menikah, lalu viral soal bagi-bagi sedekah tapi bajunya dianggap seksi. Itu yang saya tahu di awal. Terus pas dia datang ke podcast saya, dia cerita lebih dalam lagi," ungkap Denny Sumargo saat ditemui di Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Namun, fakta yang terungkap di balik mikrofon podcast Denny jauh lebih menyentuh. Denny menyadari bahwa segala tindakan "aneh" Fanny, termasuk sedekah secara masif, memiliki alasan spiritual yang mendalam.
"Yang paling menarik perhatian saya adalah saat dia bersedekah itu ternyata tujuannya untuk merayu hati Allah supaya suaminya diberikan kesembuhan. Saya kaget, ternyata ada cerita perjuangan di baliknya. Terus dia bercerita lagi, merasa sedekah saja kurang ampuh, akhirnya dia memutuskan berhijab. Di situ saya makin tersentuh," tambahnya.
| Baca Juga: Denny Sumargo Main di Film Baby Udon, Angkat Kisah Viral Fanny Kondoh
Keajaiban Kehamilan di Tengah Duka
Puncak emosi yang mendorong Denny untuk mengangkat kisah ini ke layar lebar adalah ketika Fanny menceritakan momen-momen terakhir suaminya. Denny mengaku sempat terdiam mendengar akhir cerita yang tidak disangka-sangka, terutama mengenai kehamilan Fanny yang dianggap sebagai sebuah keajaiban.
"Pas dia cerita momen sakratul maut suaminya, kita semua sudah sedih dan berharap ada keajaiban, suaminya justru meninggal dunia. Saya diam. Terus dia bilang, ‘Iya, baru kemarin meninggalnya, sekitar 5 bulan yang lalu," kata Denny.
"Dan yang bikin makin kaget, dia bilang, ‘Sekarang aku hamil, Bang.’ Saya tanya, ‘Yang hamili siapa?’ Dia jawab, ‘Suamiku, Bang.’ Di situlah awal mula cerita ini benar-benar membekas di hati saya," sambung Denny dengan nada serius.
Misi Mulia Membangun Masjid dan 'Paksaan' Istri
Proses adaptasi dari podcast ke film tidak terjadi dalam semalam. Denny sempat ragu untuk memproduseri film ini sendiri. Namun, sebuah fakta mengenai niat mulia Fanny Kondoh dan dorongan dari sang istri, Olivia Allan, akhirnya memantapkan langkahnya.
"Fanny datang ke istri saya, Ci Olive, dan bilang kalau sebenarnya uang hasil penjualan IP (Intellectual Property) film ini mau dia pakai buat bangun masjid sebagai amal jariyah untuk suaminya. Saya baru ingat, suaminya kan mualaf," jelas Denny.
Meski sempat merasa belum memiliki pengalaman sebagai produser film layar lebar, Denny akhirnya luluh karena desakan sang istri.
"Istri saya terus meyakinkan, ‘Ayo, ini bagus buat amal.’ Akhirnya, dengan 'paksaan' halus dari Ci Olive, saya setuju," kenangnya sambil tertawa.
Pencarian Pemeran Utama Selama Satu Tahun
Sebagai produser, Denny Sumargo sangat selektif dalam memilih tim. Ia menggandeng sutradara Fajar Bustomi, yang menurutnya memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan cerita tersebut. Proses pencarian pemeran karakter Fanny pun memakan waktu hingga satu tahun sebelum akhirnya jatuh ke Caitlin Halderman.
| Baca Juga: Penuh Romansa, Pemutaran Perdana Film 'Dan Bandung' di Surabaya Bikin Penonton Gemas
"Untuk urusan pemain, kami cari pemeran utamanya hampir setahun. Saya bilang ke Mas Fajar, ‘Jangan berpikir nama besar yang akan menjalankan film ini, tapi ceritanya yang besar. Pemainnya nanti akan ketemu sendiri,’" tegas Denny.
Caitlin terpilih setelah Denny melihat kemampuannya dalam sebuah adegan emosional tanpa dialog.
"Pas adegan di rumah sakit tanpa dialog, dia cuma jalan, sudah kehilangan segalanya, terus dengar kabar kalau dia hamil. Ekspresi wajahnya, jiwanya di situ, saya langsung tahu, ‘She is the one.’ Saya lapor ke Fanny, dan Fanny juga setuju," paparnya.
Rela Botak Asli hingga Menghilangkan Jati Diri
Denny Sumargo tidak hanya bekerja di balik layar. Demi memerankan sosok Hajime Kondoh yang berjuang melawan kanker, Denny menunjukkan totalitas tanpa batas dengan mencukur habis rambutnya (botak). Ia menolak menggunakan alat bantu prostetik atau bald cap demi kejujuran visual.
| Baca Juga: Bintang Remaja 'Agent Kim Reactivated' Mengaku Kerja Part-Time di Kedai Takoyaki Saat Syuting Rampung
"Beliau Hajime itu terkena kanker, dia harus melakukan kemoterapi, rambutnya rontok, dan harus dibotakin. Ada pilihan pakai bald cap (prostetik). Cuma pasangnya dua jam, lepasnya dua jam," jelas ayah satu anak ini.
"Saya nggak suka hal-hal yang nggak praktis. Terus saya merasa film ini sayang banget kalau botaknya pakai prostetik. Jadi saya kayak, ‘Ya udah lah,’ akhirnya botakin. Pas saya lihat kok mirip Oky Rengga katanya," sambung Denny sambil berkelakar.
Terkait perannya, Denny mengaku sempat kesulitan membagi fokus antara menjadi produser dan aktor. Namun, ia merasa ada sebuah "keajaiban" yang terjadi saat proses syuting berlangsung.
"Kesulitannya mah udah nggak usah ditanya lah. Saya merasa film ini penuh dengan keajaiban, karena ketika gua memerankan itu, asli saya tuh nggak ada persiapan sama sekali. Karena saya terlalu sibuk untuk jadi produser. Tapi pas saya melihat preview filmnya, ‘Kok saya nggak melihat saya ya?’ Magically emang Denny Sumargonya hilang, jadi Hajime," pungkasnya. (*)







