VIVIA MEDIA — Setelah bergulir tiga pekan lamanya, Kepolisian memastikan kasus dugaan penculikan terhadap atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay bukan merupakan tindak pidana penculikan.

Polres Metro Jakarta Pusat kini bersiap menghentikan secara resmi penyelidikan perkara tersebut setelah tidak ditemukan unsur paksaan maupun kekerasan dalam peristiwa yang sempat menghebohkan publik itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menegaskan bahwa Jesslyn pergi ke luar negeri atas kemauannya sendiri. "Bukan penculikan. Jesslyn ikut ke luar negeri dengan kesadaran sendiri," ujar Roby saat dikonfirmasi media.

"Saat ini kami simpulkan bukan perkara penculikan," lanjutnya.

| Baca Juga: Diduga Diculik, Atlet Golf Jesslyn Wijaya Ditengarai Sudah Tak Ada di Jakarta

Kasus ini bermula ketika Jesslyn dilaporkan hilang secara misterius saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 13 Juli 2026.

Insiden itu sempat dilaporkan resmi ke polisi dan teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA, sebelum pelapor berinisial NA, teman Jesslyn, mencabut laporannya pada 19 Juli 2026.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap Jesslyn sempat berpindah dari lokasi kejadian menuju Semarang, lalu terbang dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia sebelum akhirnya tiba di Bangkok, Thailand, bersama ibu dan tantenya.

Roby menjelaskan bahwa dugaan penculikan itu semula dikaitkan dengan ketidaksetujuan orang tua Jesslyn terhadap hubungan asmara sang atlet dengan pacarnya.

| Baca Juga: Tragedi Gempa Kumamoto Jepang: Gadis 22 Tahun Tewas Terjebak Ledakan Usai Disuruh Amankan Uang Kasir

Melalui klarifikasi terbaru kepada polisi, Jesslyn sendiri membantah dirinya menjadi korban penculikan. Ia menjelaskan bahwa kepergiannya dari Jakarta menuju Bangkok melalui Semarang dan Malaysia dilakukan atas kemauan sendiri, dengan tujuan berlibur sekaligus melanjutkan pendidikan.

Soal penjemputan di lokasi kejadian, ia mengaku dijemput oleh orang suruhan ibunya karena adanya persoalan internal keluarga.

Roby menegaskan hasil konfirmasi langsung terhadap Jesslyn menunjukkan tidak ada indikasi kekerasan maupun paksaan dalam peristiwa tersebut.

"Jesslyn sendiri menyampaikan bahwa dia tidak terpaksa berangkat dari TKP sampai dengan Semarang dan dilanjutkan sampai sekarang ada di Bangkok. Sampai saat ini kita belum menemukan fakta tersebut sehingga kemungkinan dugaan dari penculikan maupun paksaan itu belum kita temukan," kata Roby dalam tayang sebuah stasiun televisi swasta.

| Baca Juga: KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep Jawa Timur: 5 Tewas, 41 dalam Pencarian

Dengan hasil temuan tersebut, pihak kepolisian akan segera menggelar perkara sebagai langkah resmi untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan penculikan Jesslyn Wijaya. Sebelumnya Roby juga menyampaikan bahwa proses penghentian penyelidikan itu masih menunggu penjadwalan gelar perkara. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: