Cerita Afgan Main Film 'Agensi Rumah Tangga': Garap Soundtrack Kilat, Punya 6 ART di Rumah
"Iya itu juga aku bikin khusus buat film ini, bikinnya sama Rendy Pandugo sama Kamga bertiga. Tapi juga semua sesuai dengan brief-nya Naya. Pokoknya Naya udah ngasih tahu ini ending-nya scene-nya seperti ini, feel-nya kayak gini, gua mau lagunya uplifting," jelasnya.
Menariknya, Afgan mengungkapkan bahwa proses penciptaan lagu ini berlangsung sangat cepat. Meskipun hanya butuh waktu singkat untuk menemukan ide dasar, pengerjaan teknisnya tetap dilakukan secara detail demi memuaskan visi sang sutradara.
"Proses nulis lagunya sebenarnya cepat sekali, mungkin cuma sekitar 3 menit idenya, tapi pengerjaan detailnya sekitar 2 jam. Naya minta lagunya yang uplifting dan terasa segar," ungkap Afgan.
| Baca Juga: Andy /rif Puji for Revenge, Lanjutkan Jejak jadi OST Film Spider-Man
Untuk mewujudkan permintaan tersebut, kelahiran Jakarta, 37 tahun ini membayangkan adegan-adegan di film ini dan membuat lagu yang mid-tempo, santai, tapi tetap memberikan semangat.
"Awalnya sempat merasa tertekan waktu mau memperdengarkan lagunya. Tapi lega karena Naya langsung suka," imbuhnya.
Selama ini, publik mengenal Afgan sebagai sosok penyanyi yang kalem, cool, dan penuh wibawa. Namun, lewat karakter Kafka yang dimainkannya, penonton akan diajak melihat sisi manusiawi yang lebih santai dan konyol, yang menurut Afgan sebenarnya adalah kepribadian aslinya di balik layar.
"Aslinya aku sebenarnya cukup konyol sih, tapi memang harus sama orang yang sudah benar-benar dekat baru sisi itu keluar. Di film ini, Kafka punya sisi rapuh yang lumayan mirip dengan saya di dunia nyata. Jadi, penonton akan melihat sisi yang lebih manusiawi dari seorang Kafka," tuturnya jujur.
| Baca Juga: Cerita Widyawati Temukan Lagi Kebaya Pernikahannya Bersama Sophan Sophiaan
Realita dan Dinamika Punya Enam ART
Tema besar film yang mengangkat tentang peran Asisten Rumah Tangga (ART) ternyata sangat relevan dengan kehidupan pribadi seorang Afgan. Ia mengakui betapa vitalnya peran mereka dalam menunjang aktivitas kesehariannya yang padat sebagai figur publik.
"Wah, aku sangat mengapresiasi semua ART di rumah. Mereka sudah seperti bagian dari keluarga. Tanpa mereka, aku rasa saya tidak bisa berfungsi secara maksimal di luar rumah," katanya.







