Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Santri dinilai punya kesempatan untuk ikut berbicara melalui film, termasuk mengangkat berbagai persoalan yang terjadi di luar lingkungan pesantren. Hal itu yang ingin didorong Syakir Daulay melalui Santri Film Festival (SANFFEST) 2026.

Menurut Syakir, santri tidak seharusnya membatasi cerita hanya pada kehidupan di pesantren. Mereka justru bisa menggunakan pengalaman dan nilai yang diperoleh dari pesantren untuk membaca kehidupan yang lebih luas.

"Aku berharap santri-santri buat film dengan beriqro kehidupan zaman. Bisa memperlihatkan kehidupan di luar pesantren," kata Syakir.

Baginya, kemampuan membaca kehidupan menjadi bagian penting bagi seorang santri yang ingin terjun ke dunia film. Nilai-nilai yang mereka pelajari di pesantren dapat menjadi dasar dalam membangun cerita, tetapi penyampaiannya tetap perlu dekat dengan kehidupan penonton.

| Baca Juga: Ayu Ting Ting Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Nonton Film 'Ibu Bagaimana Aku Tanpamu?'

Syakir juga berharap film yang dibuat santri tidak berubah menjadi tontonan yang terasa menggurui. Menurutnya, pesan atau nilai dalam sebuah film bisa disampaikan melalui cerita tanpa harus disampaikan secara langsung kepada penonton.

"Film terbaik yang punya nilai tanpa dia menceramahi orang," ujarnya.

Keinginan melihat lebih banyak santri membuat film sebenarnya sudah muncul sejak Syakir mulai berkecimpung di dunia perfilman. Ia ingin pengalaman membuat film tidak hanya menjadi ruang bagi kalangan tertentu, tetapi juga bisa diikuti para santri.

"Cita-cita Syakir sejak bikin film supaya ada dari santri, supaya mereka bisa juga ikutan bikin film," tuturnya.

| Baca Juga: Rafi Sudirman Turunkan BB Hingga 10 kg Demi Perankan Sosok Pahlawan asal Karo

Ia melihat perkembangan teknologi turut membuka peluang tersebut. Jika dahulu memperkenalkan sebuah karya terasa lebih sulit, kini pembuat film memiliki banyak cara untuk menyebarkan karyanya kepada masyarakat.

"Dulu kita di pesantren pengen kasih tahu karya susah payah, tapi sekarang mudah. Mudah-mudahan SANFFEST bisa go internasional," kata Syakir.

1 2

Tags: