Dua Hari Hilang Kontak, Jenazah 2 Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Akhirnya Dievakuasi
Operasi penyelamatan dan evakuasi itu melibatkan sejumlah pihak, termasuk Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Bondowoso, TNI-Polri, PMI, Satuan Brimob, APGI, Wanadri, relawan SAR, dan masyarakat setempat.
Jenazah lalu dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Setelahnya, barulah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
| Baca Juga: Pasien Meninggal Usai Curhat Tunggu 8 Jam di RS, Komentar Diduga Nakes Tuai Kecaman Netizen
Belum diketahui pasti penyebab korban tewas. Namun Tim SAR menduga keduanya terjatuh berbarengan, mengingat posisi saat ditemukan berdekatan.
Tragedi Gunung Piramid Bondowoso
Gunung Piramid terkenal memiliki jalur pendakian ekstrem yang dijuluki 'Punggung Naga'. Medannya sempit tanpa perlindungan dari kiri dan kanan. Satu langkah keliru saja bisa membuat pendaki terjatuh ke jurang curam.
Karenanya, Gunung Piramid tidak disarankan untuk pemula.
Sebelum insiden Maliya Finda dan Irfan Nasrul Laili, sudah pernah ada beberapa kasus pendaki lain yang juga ditemukan tewas di sana.
| Baca Juga: Pengguna Khawatirkan Keamanan Data, Benarkah Website iLovePDF Berbahaya?
Salah satu yang paling viral adalah kejadian yang menimpa Thoriq Rizki Maulidan pada 2019. Pelajar asal Desa Sukowiryo, Bondowoso, itu hilang saat mendaki bersama tiga rekannya.
Setelah pencarian selama 12 hari, ia ditemukan meninggal dunia akibat terjatuh ke jurang. (*)







