Kolaborasi keduanya akan menghadirkan pengalaman musikal yang melintasi berbagai era dan budaya.

Dalam konser ini, penonton akan diajak menikmati repertoar yang sangat beragam. Mulai dari karya Arcangelo Corelli, Frédéric Chopin, Francis Poulenc, Henryk Wieniawski, interpretasi baru Ode to Joy karya Ludwig van Beethoven, komposisi orisinal Iskandar Widjaja, karya-karya Ryuichi Sakamoto, medley animasi Jepang, hingga sejumlah lagu populer yang akrab di telinga berbagai generasi.

| Baca Juga: Addie MS Siapkan Pertunjukan Spesial untuk Konser 35 Tahun Twilite Orchestra

Tahun 2026 juga menjadi tonggak penting dalam kehidupan Iskandar. Tepat di usia 40 tahun, ia ingin menjadikan konser ini sebagai simbol perjalanan hidup sekaligus awal babak baru dalam karier bermusiknya.

"Saya baru saja menginjak usia 40 tahun. Karena itu, konser ini bukan hanya menjadi perayaan perjalanan yang telah saya tempuh, tetapi juga pembuka babak baru dalam kehidupan dan perjalanan artistik saya. Saya tidak sabar untuk membagikan momen itu bersama publik Indonesia," tutupnya.

Iskandar Widjaja merupakan pemain biola kelahiran Jerman berdarah Indonesia yang telah menorehkan berbagai prestasi internasional. Ia adalah cucu komponis legendaris Indonesia Udin Widjaja, yang dikenal luas melalui karya-karyanya pada era Presiden Soekarno.

Karier internasional Iskandar membawanya tampil bersama sejumlah orkestra ternama dunia, seperti Sydney Symphony Orchestra, Orchestre de la Suisse Romande, Philharmonic München, Konzerthausorchester Berlin, hingga Deutsches Symphonie-Orchester Berlin.

Ia juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah maestro dunia, di antaranya Zubin Mehta, Christoph Eschenbach, David Foster, Rolando Villazón, Itamar Golan, dan Fazıl Say. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: