VIVIA MEDIA — Setelah sukses menjalani rangkaian konser di berbagai panggung bergengsi dunia sepanjang 2026, pemain biola internasional Iskandar Widjaja akhirnya kembali ke Indonesia.

Kepulangannya kali ini bukan sekadar bagian dari jadwal tur, melainkan menjadi perjalanan emosional yang penuh makna melalui konser spesial bersama pianis muda bertaraf internasional asal Hong Kong, Niu Niu.

Rangkaian konser bertajuk "Iskandar Widjaja & Niu Niu in Concert" akan digelar di Jakarta pada 28 Agustus 2026, Bali pada 30 Agustus 2026, dan Surabaya pada 4 September 2026. Penampilan tersebut menjadi kesempatan langka bagi publik Indonesia untuk menyaksikan kolaborasi dua musisi kelas dunia dalam satu panggung.

Sebelum kembali ke Tanah Air, Iskandar mengawali tahun 2026 dengan konser solo di Berlin Philharmonic Hall, kemudian melanjutkan perjalanan artistiknya ke berbagai kota di Jerman, Turki, Amerika Serikat, Italia, Inggris, hingga Latvia.

| Baca Juga: Ariana Grande Gugat Peretas, Puluhan Lagu yang Belum Dirilis Bocor ke Dark Web

Bagi Iskandar, Indonesia memiliki makna yang jauh melampaui lokasi konser. Violinis kelahiran Jerman berdarah Indonesia itu mengaku selalu merasakan kehangatan layaknya pulang ke rumah setiap kali menginjakkan kaki di Jakarta.

"Indonesia adalah negeri yang selalu dekat di hati saya. Setiap kali pesawat mendarat di Jakarta, selalu ada perasaan seperti pulang ke rumah. Di balik hiruk-pikuknya yang dinamis, kota ini selalu terasa akrab bagi saya, terlebih setelah perjalanan panjang melintasi berbagai negara," ujar Iskandar.

Menurutnya, perjalanan keliling dunia justru membuat ikatan emosionalnya dengan Indonesia semakin kuat.

"Setiap kali kembali ke Indonesia, saya merasakan kedalaman emosi yang berbeda saat memainkan musik. Pada akhirnya, hati adalah kompas kehidupan yang selalu menuntun kita ke tempat yang paling selaras dengan jati diri kita. Dan bagi saya, Indonesia selalu menghadirkan perasaan itu," ujarnya.

| Baca Juga: Sempat Kehilangan Suara Total, Afgan Tetap Tampil Maksimal di Konser Retrospektif

Konser di Gedung Kesenian Jakarta juga menjadi momen spesial karena mempertemukan Iskandar kembali dengan sahabat lamanya, Niu Niu, pianis internasional asal Hong Kong.

"Saya bertemu Niu Niu ketika kami masih remaja di sebuah festival musik di Jerman. Sejak saat itu kami langsung merasa cocok sebagai sesama musisi. Ia adalah pianis luar biasa dari Hong Kong yang tetap hangat, rendah hati, dan menyenangkan untuk berkarya bersama," ungkap Iskandar.

Kolaborasi keduanya akan menghadirkan pengalaman musikal yang melintasi berbagai era dan budaya.

Dalam konser ini, penonton akan diajak menikmati repertoar yang sangat beragam. Mulai dari karya Arcangelo Corelli, Frédéric Chopin, Francis Poulenc, Henryk Wieniawski, interpretasi baru Ode to Joy karya Ludwig van Beethoven, komposisi orisinal Iskandar Widjaja, karya-karya Ryuichi Sakamoto, medley animasi Jepang, hingga sejumlah lagu populer yang akrab di telinga berbagai generasi.

| Baca Juga: Addie MS Siapkan Pertunjukan Spesial untuk Konser 35 Tahun Twilite Orchestra

Tahun 2026 juga menjadi tonggak penting dalam kehidupan Iskandar. Tepat di usia 40 tahun, ia ingin menjadikan konser ini sebagai simbol perjalanan hidup sekaligus awal babak baru dalam karier bermusiknya.

"Saya baru saja menginjak usia 40 tahun. Karena itu, konser ini bukan hanya menjadi perayaan perjalanan yang telah saya tempuh, tetapi juga pembuka babak baru dalam kehidupan dan perjalanan artistik saya. Saya tidak sabar untuk membagikan momen itu bersama publik Indonesia," tutupnya.

Iskandar Widjaja merupakan pemain biola kelahiran Jerman berdarah Indonesia yang telah menorehkan berbagai prestasi internasional. Ia adalah cucu komponis legendaris Indonesia Udin Widjaja, yang dikenal luas melalui karya-karyanya pada era Presiden Soekarno.

Karier internasional Iskandar membawanya tampil bersama sejumlah orkestra ternama dunia, seperti Sydney Symphony Orchestra, Orchestre de la Suisse Romande, Philharmonic München, Konzerthausorchester Berlin, hingga Deutsches Symphonie-Orchester Berlin.

Ia juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah maestro dunia, di antaranya Zubin Mehta, Christoph Eschenbach, David Foster, Rolando Villazón, Itamar Golan, dan Fazıl Say. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: