Dari Jurnalis ke Perempuan Malam, Caitlin Halderman Miliki Dua Sisi di 'Jakarta Undercover'
"Sebenarnya kan itu kan bukunya kan cerita tentang Jakarta Undercover in general kan. Sita ini kan karakter yang baru dibuat juga di series ini. Jadi, aku nggak begitu mendalami apa yang ada di situ, cuma lebih mengerti insight-insight si Jakarta Undercover-nya sendiri. Lebih ke situnya sih, bukan dari karakter," jelasnya.
Salah satu aspek menarik dari akting Caitlin kali ini adalah keberaniannya untuk menunjukkan "ketidaksempurnaan" saat Sita sedang menyamar sebagai Hera. Menurutnya, Sita hanyalah seorang jurnalis, bukan seorang aktor profesional, sehingga wajar jika karakter Sita sesekali "bocor" saat ia menjadi Hera.
"Hera ini dia kan bukan aktor ya. Jadi, dia juga nggak yang bisa-bisanya banget jadi orang lain sebenarnya. Tapi she tries her best untuk bisa menjadi apa yang stigma-stigma orang-orang yang baru menjadi Golden Sunrise atau plat-plat seperti itu," kata Caitlin.
Aktris berdarah campuran Belanda dan Minangkabau ini juga berdiskusi intens dengan sutradara dan pelatih akting untuk membiarkan adanya kesalahan kecil atau slip-up dalam penyamarannya agar terlihat lebih realistis.
| Baca Juga: Elsa Japasal - Ari Irham Sajikan Drama Remaja Dipadu Balap Jalanan di Sinetron Ternyata Ini Cinta
"Menurut aku dan Mas Aldo (sutadara), dan acting coach-ku juga, kalau misalkan memang ada beberapa slip-up yang nggak sengaja Hera lakukan dengan karakter Sita itu oke banget. Karena balik lagi, ya, dia nggak secanggih itu untuk bisa menyamar untuk menjadi orang lain gitu, lebih ke situnya sih," tuturnya lagi.
Bekal Ilmu Jurnalistik dari Masa SMA
Memerankan sosok jurnalis rupanya tidak sepenuhnya asing bagi Caitlin. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mempelajari dasar-dasar jurnalistik saat duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Pengalaman masa lalu inilah yang ia gunakan sebagai fondasi riset karakternya.
"Aku lumayan banyak meriset karakter Sita secara general. Aku tuh dulu pernah studi jurnalistik, percaya nggak percaya. Dulu sempat studi jurnalistik. Jadi, waktu SMA itu aku emang suka kayak nulis-nulis majalah terus ditaruh di mading. Jadi, I know lah beberapa basic-nya apa yang diriset, apa yang bisa ditulis dan apa yang nggak," kenang Caitlin.
Selain mengandalkan pengalaman pribadi, ia juga aktif mengamati cara kerja awak media saat mewawancarainya di dunia nyata.
| Baca Juga: Ini Cerita Kiesha Alvaro, Revaldo, dan Rafi Sanjaya Bongkar di Balik Layar 'Sihir Tanah Kubur'
"Aku riset apa aja yang ditanyain, apa yang bisa dipublikasikan, apa yang tidak. Ngobrol-ngobrol juga sama pers, apa juga yang mereka pertanyain biasanya ke orang-orang sekitar, dan berita-berita apa yang mereka liput," kata bintang film Baby Udon ini.







