Idgitaf Jadi Suara Batin Kaluna, Ciptakan Lima Lagu untuk Home Sweet Home The Musical
VIVIA MEDIA — Setelah sebelumnya menghadirkan suara Kaluna melalui lagu 'Berakhir di Aku' yang menjadi soundtrack film Home Sweet Home, Idgitaf kini kembali membawa penonton lebih dekat ke dalam dunia batin karakter tersebut melalui Home Sweet Home The Musical.
Setelah sebelumnya hadir melalui novel karya Almira Bastari dan menjangkau jutaan penonton lewat layar lebar, kisah tentang perjuangan, keluarga, dan pencarian makna rumah itu kini dihidupkan kembali melalui panggung musikal.
Idgitaf kembali hadir sebagai komposer yang menciptakan lima lagu orisinal baru khusus untuk Home Sweet Home The Musical. Lagu-lagu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengiring pertunjukan, tetapi menjadi bagian dari narasi yang membantu penonton memahami perjalanan batin Kaluna.
“Menulis lagu untuk Home Sweet Loan The Musical menjadi pengalaman yang sangat berbeda karena setiap lagu harus menjadi bagian dari cerita, bukan sekadar mengiringi cerita. Saya mencoba menerjemahkan hal-hal yang mungkin tidak selalu bisa diucapkan Kaluna menjadi lagu,” ujar Idgitaf di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta pada Kamis (5/8/2026).
| Baca Juga: Kembali Hadir Setelah 35 Tahun, Teater Koma Hidupkan Lagi Lakon 'Rumah Sakit Jiwa'
Melalui lagu-lagu tersebut, Idgitaf berusaha menghadirkan suara dari perasaan yang kerap sulit disampaikan. Tentang rasa lelah, tanggung jawab, harapan, hingga keberanian seseorang untuk memilih dirinya sendiri.
“Semoga lagu-lagu ini bisa menjadi suara bagi banyak orang yang mungkin selama ini menyimpan perasaan yang sama,” harapnya.
Menerjemahkan Kaluna Lewat Nada dan Lirik
Bagi pemilik nama asli Brigitta Sriulina Beru Meliala ini, menciptakan musik untuk karakter yang sudah memiliki kedekatan emosional dengan banyak orang menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan menulis karya personal. Ia seakan menjadi medium untuk menyampaikan perjalanan seseorang yang memiliki pengalaman hidup berbeda.
“Ini bukan ceritaku, ini cerita orang. Jadi aku hanya menyampaikan apa yang orang ini rasakan,” kata wanita kelahiran Tangerang, Banten, 15 Mei 2001 itu.
| Baca Juga: Raisa Ungkap Tantangan Nyanyikan Lagu 'Cahaya Hati' di Hikayat Srikandi Nusantara
Pendekatan tersebut menjadi kunci dalam proses kreatifnya. Ia tidak ingin membuat lagu-lagu yang terlalu jauh dari dunia Kaluna, melainkan mempertahankan karakter cerita Home Sweet Home yang dikenal sederhana, dekat, dan relevan dengan kehidupan banyak orang.



