Selain itu, ia juga menyoroti lagu 'Satu Nafas Lagi' yang menjadi representasi kondisi Kaluna sebagai seseorang yang terus bertahan menghadapi berbagai tekanan hidup.

“Kalau melihat universe Home Sweet Home, menurut saya Kaluna seperti orang yang hidup dalam kesesakan. Jadi ketika membuat lagu untuk bagian akhir, saya tidak ingin membuat sesuatu yang terlalu megah,” tutur pelantun single Sedia Aku Sebelum Hujan itu.

| Baca Juga: Single Terbaru Clara Riva 'Kenapa Ya?' Angkat Dilema Saat Mantan Kembali Menghubungi

Menurut Idgitaf, perjalanan Kaluna bukan tentang mencari sesuatu yang besar dan sempurna, melainkan menemukan ruang untuk bernapas, mendapatkan pengakuan, dan merasa dipahami.

“Yang dicari dari Kaluna bukan kemewahan, tetapi sebuah relief, sebuah pengakuan, sebuah validasi. Jadi ya, satu nafas lagi, kita bisa bertahan satu nafas lagi,” kata peraih penghargaan Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia 2023 itu.

Kehadiran Idgitaf dalam Home Sweet Home The Musical akhirnya bukan hanya menghadirkan lagu baru, tetapi memperluas cara penonton memahami Kaluna. Ia membantu menerjemahkan kesunyian, perjuangan, dan harapan seorang perempuan yang selama ini berusaha kuat untuk banyak orang. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: