VIVIA MEDIA — Aurelie Moeremans resmi meluncurkan karya literasi terbarunya. Dirilis tepat di hari ulang tahunnya, 8 Agustus, buku berjudul 'Back to Me' ini menjadi karya ketiga.

Sebelumnya, wanita yang kini menetap di Amerika Serikat telah membuat dua buku, Broken Strings yang dirilis pada Oktober 2025, dan buku keduanya, Do You Like What You See? yang dirilis pada Juni 2026 lalu.

Keputusan Aurélie untuk merilis buku ini pada hari ulang tahunnya ternyata lahir dari ketidaksabaran sekaligus refleksi mendalam mengenai perjalanan hidupnya. Awalnya, ia berencana menyamakan tanggal rilis dengan buku pertamanya pada bulan Oktober, namun ia merasa momen ulang tahun jauh lebih relevan dengan isi bukunya.

"Awalnya sebenarnya aku mau rilis tanggal 10 Oktober, supaya sama seperti tanggal rilis Broken Strings tahun lalu. Tapi ternyata aku nggak sabar, hahaha. Terus aku kepikiran, kenapa nggak di hari ulang tahunku aja?" ujar Aurélie dalam pesan whatsapp-nya yang dikirim ke Vivia Media, Jumat (7/8/2026).

| Baca Juga: Rayakan Perjalanan Buku hingga Cetakan ke-100, 'Filosofi Teras' Diangkat ke Layar Lebar

Perempuan kelahiran Brussels 32 tahun ini menambahkan, bahwa ulang tahun memiliki makna filosofis yang selaras dengan pesan dalam buku terbarunya.

"Ulang tahun kan seperti penanda bahwa kita sudah menjalani satu tahun kehidupan lagi. Sementara buku ini memang banyak bercerita tentang belajar hidup lagi," kata Aurelie.

"Jadi iya, mungkin bisa dibilang hadiah untuk diriku sendiri juga, tapi rasanya lebih seperti di hari yang spesial buat aku, aku ingin membagikan sesuatu yang juga sangat berarti buat aku," sambungnya.

Tantangan Menulis di Tengah Peran Sebagai Ibu

Proses penyelesaian buku Back to Me memakan waktu kurang lebih empat bulan. Berbeda dengan proses penulisan buku-buku sebelumnya, kali ini Aurélie harus berhadapan dengan realitas baru sebagai seorang ibu yang memiliki bayi.

| Baca Juga: Punya Koleksi 17 Ribu Buku, Habib Jafar Bocorkan Karya Favoritnya

Manajemen waktu menjadi tantangan terbesar yang ia hadapi selama proses kreatif berlangsung. "Tantangan terbesarnya sekarang jelas waktu, karena aku sudah punya baby. Jadi hampir setiap kali dia tidur, aku langsung buka laptop dan nulis. Kadang cuma punya waktu sebentar sebelum dia bangun lagi," jelas Aurélie.

Meski ruang geraknya terbatas, ibu dari Thomas Eric Bigenho ini merasa keterbatasan tersebut justru memberikan nilai lebih pada setiap kalimat yang ia torehkan.

"Dulu aku bisa duduk berjam-jam kalau sedang ingin menulis, sekarang semuanya dilakukan di sela-sela kehidupan sebagai ibu. Tapi mungkin justru karena waktunya terbatas, setiap kesempatan untuk menulis terasa lebih berharga," tambahnya.

Kejujuran yang Menyakitkan dan Proses Refleksi Diri

Jika buku pertamanya, Broken Strings, banyak berkisah tentang luka akibat faktor eksternal, Back to Me menuntut tingkat kejujuran yang lebih dalam dan cenderung menyasar pada evaluasi diri sendiri. Aurélie mengaku proses penulisan buku ini sangat emosional karena ia harus membedah pola pikirnya sendiri.

| Baca Juga: Terpilih Jadi Elf di 'The Hunt for Gollum', Anya Taylor-Joy Ngaku Belum Baca Buku 'The Lord of The Rings'

"Ada beberapa bagian yang membuat aku harus berhenti, terutama ketika aku melihat kembali versi diriku yang dulu dengan perspektif sekarang," ujarnya.

Menurutnya, ada hal-hal yang bertahun-tahun ia anggap sebagai bukti bahwa dirinya lemah, terlalu dramatis, atau membuat keputusan bodoh.

"Ketika ditulis kembali, aku mulai menyadari bahwa sebenarnya aku sedang mencoba bertahan dengan cara yang aku tahu saat itu. Mengubah cara memandang diriku sendiri itu cukup emosional," tuturnya.

Bintang film Baby Blues ini, menegaskan bahwa kerentanan (vulnerability) dalam buku ini jauh lebih besar karena ia harus mengakui bagian dari dirinya yang tidak selalu terlihat indah.

| Baca Juga: Fiki Naki Dikaruniai Anak Pertama Tepat di Hari Ulang Tahun ke-26

"Aku nggak bisa cuma bicara tentang apa yang dilakukan orang lain kepadaku. Aku juga harus melihat diriku sendiri: pola yang masih kuulang, cara berpikir yang kubawa sampai dewasa, hal-hal yang salah kupahami, bahkan bagian dari diriku yang nggak selalu flattering," jelasnya.

Filosofi Foto Masa Kecil sebagai Sampul Buku

Visual sampul buku Back to Me menampilkan foto masa kecil Aurélie. Konsep ini tidak direncanakan sejak awal, melainkan muncul secara organik setelah seluruh materi tulisan selesai digarap. Baginya, foto tersebut adalah simbol dari inti perjalanan "kembali ke diri sendiri".

"Sebenarnya begitu bukunya selesai dan mulai memikirkan cover, aku langsung kebayang ingin memakai foto masa kecil. Karena setelah menulis seluruh buku, aku sadar bahwa banyak sekali bagian dari perjalanan ini ternyata kembali ke anak kecil itu," ungkap Aurélie.

Saat menatap foto masa kecilnya tersebut, Aurélie merasakan empati yang mendalam terhadap versinya yang lebih muda. Sehingga sangat jelas bahwa perjalanan ‘back to me’ itu juga berarti kembali melihat versi dirinya yang paling muda dengan cara yang berbeda.

| Baca Juga: Moon Geun-young, Sang 'Adik Kecil' Korea, Umumkan Menikah dengan Seorang Aktor

"Ketika melihat fotonya sekarang, aku melihat seorang anak yang belum tahu apa saja yang akan terjadi dalam hidupnya, dan aku jadi ingin lebih lembut sama dia daripada dulu," ungkapnya.

Dukungan Penuh Sang Suami dalam Proses Kreatif

Dalam merampungkan naskah ini, Aurélie tidak berjuang sendirian. Suaminya, Tyler Bigenho memegang peranan penting sebagai orang pertama yang meninjau draf tulisannya. Tyler bertindak sebagai proofreader untuk memastikan kualitas naskah sebelum diterbitkan.

"Tyler sangat supportive. Dia juga jadi proofreader-ku, jadi setelah aku menulis, dia ikut membaca dan membantu mengecek manuskripnya. Tapi yang aku suka, dia tetap membiarkan buku ini jadi suaraku. Dia nggak mencoba menentukan apa yang harus aku rasakan atau bagaimana aku harus menceritakan sesuatu," puji Aurélie atas dukungan suaminya.

Kesuksesan buku ini merupakan hasil dari kerja sama tim di dalam rumah tangga mereka. Di tengah kesibukan mengurus keluarga di Amerika, dukungan Tyler memungkinkan Aurélie untuk tetap berkarya.

"Proses buku ini benar-benar terjadi di tengah kehidupan kami sekarang; antara jadi ibu, mengurus keluarga, lalu curi-curi waktu untuk kembali ke laptop," pungkasnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: