HARSA: Kisah di Balik Koleksi yang Merayakan Proses, Bukan Kecepatan
Namun bagi Thresia, nilai terbesar koleksi ini bukan pada siluet atau materialnya, melainkan proses panjang di balik pengembangan teknik yang dilakukan bersama para artisan selama bertahun-tahun.
Konsistensi yang Menaikkan Standar
Menurut Thresia, konsistensi bukan berarti terus-menerus menghasilkan koleksi baru, melainkan keberanian menaikkan standar kualitas dari waktu ke waktu.
"Konsistensi bagi kami bukan hanya soal terus memproduksi koleksi, tetapi konsisten untuk terus menaikkan kualitas," tegasnya.
| Baca Juga: Tiga Desainer ASEAN Meramu Identitas Budaya dalam Haute Couture
Ia juga memilih menyesuaikan kapasitas produksi dengan kebutuhan pasar dibanding mengejar kuantitas.
"Kami lebih memilih menjaga keseimbangan antara demand dan supply. Produksi tidak perlu dipercepat kalau memang belum ada kebutuhannya," jelasnya.

Bagi Thresia, keberlanjutan industri fashion Indonesia tidak hanya soal material ramah lingkungan, tetapi juga menjaga keberlangsungan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan ekonomi bagi para artisan agar terus tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Melalui HARSA, ia menawarkan cara pandang bahwa masa depan fashion Indonesia lahir bukan dari kecepatan mengikuti tren, melainkan dari kemampuan membangun manusia dan memperkuat kemitraan dengan para artisan. (*)







