VIVIA MEDIA — Jerome Kurnia kembali memerankan Romo Thomas dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Meski memerankan karakter yang sama seperti di film pertama, Jerome mengaku tetap harus menjalani persiapan dari awal agar sosok Romo Thomas terasa meyakinkan di layar.

Salah satu persiapan yang dilakukannya adalah kembali mempelajari bahasa Latin serta tata cara eksorsisme sesuai ajaran Katolik. Ia mengatakan proses tersebut dilakukan dengan pendampingan langsung dari pastor yang memang memiliki pengalaman melakukan eksorsisme.

"Eksorsismenya kita tetap lakukan dengan cara Katolik. Karena kalau di Katolik itu cukup ketat ya. Dalam arti kalau real-nya seorang Pastor bisa melakukan eksorsisme itu nggak sembarang. Langsung ditunjuk dari vatikan dan ada tata cara yang berbeda. Jadi kita melakukan itu dengan bimbingan dari Pastor langsung yang memang melakukan eksorsisme,” ujar Jerome Kurnia di Jakarta,

Jerome menjelaskan, dialog berbahasa Latin yang digunakan dalam film kedua berbeda dengan film sebelumnya. Karena itu, ia kembali berlatih bersama pastor yang sama, sekaligus mendapat pendampingan dari pastor lain selama proses syuting.

| Baca Juga: 'Matilah Kau Mati' Jadi Debut Efek Rumah Kaca Isi OST di Film Laut Bercerita

“(Kalimatnya) Beda karena tujuannya berbeda. Kita juga belajar lagi dengan Romo yang sama. Ditambah kita dapat bimbingan setiap hari oleh Romo lain yang membimbing setiap hari supaya tetap autentik dalam kita berpakaian, dalam kita bergerak kalau ada adegan di gereja dan sebagainya,” jelas Jerome.

Di film terbaru ini, tantangan Romo Thomas bukan lagi sekadar mempertahankan keyakinannya. Karakter tersebut kini harus menghadapi ujian baru saat mulai percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya sebagai pelaku eksorsisme.

Perilisan film Kuasa Gelap Perjanjian Darah
Perilisan film Kuasa Gelap Perjanjian Darah. Foto: Istimewa

“Kalau dari Kuasa Gelap sebelumnya, tantangan terbesar untuk karakter imannya. Sedangkan kalau di 'Kuasa Gelap: Perjanjian Darah' adalah bagaimana dia bisa mengontrol sebuah iman dan kepercayaan, juga keahlian yang dia punya ini. Dia tahu dia berbakat, dipilih untuk melakukan eksorsisme, tapi tantangannya lebih bagaimana dia bisa rendah hati dan bisa menjalankan tanpa menjadi orang yang angkuh," jelas Jerome.

Menurutnya, rasa percaya diri yang berlebihan justru menjadi sumber persoalan yang dihadapi Romo Thomas sepanjang cerita.

| Baca Juga: Dari Jurnalis ke Perempuan Malam, Caitlin Halderman Miliki Dua Sisi di 'Jakarta Undercover'

"Ternyata pada saat dia terlalu percaya diri dan tidak mau belajar lagi, tidak mau mendengarkan, jadinya malah banyak musibah yang datang. Jadi disini struggle dengan dirinya bagaimana dia bisa tetap grounded,” lanjutnya.

Selain perkembangan karakter, Jerome juga merasakan proses syuting yang lebih berat dibanding film pertama. Ia mengatakan beberapa adegan membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk diselesaikan karena skala produksi yang lebih besar.

1 2

Tags: