VIVIA MEDIA — Junior Roberts tengah menikmati fase produktif dalam perjalanan kariernya. Belakangan, ia terlihat cukup sibuk dengan berbagai proyek series yang dijalaninya. Mulai A Little White Lie, 12 IPA 4, dan yang terbaru Garam Muda: Gairah Masa Muda.

Padatnya jadwal syuting yang dijalani Junior bukan sekadar upaya untuk mengejar popularitas atau kuantitas karya. Aktor 26 tahun ini mengakui bahwa kerja kerasnya saat ini ditujukan untuk merampungkan pembangunan rumah impiannya yang terdiri dari dua lantai.

"Mau bangun rumah. Ya, intinya kalau ada rezeki kita nggak boleh tolak. Semoga November tahun ini kelar," kata Junior Roberts saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Junior menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki target khusus harus membintangi berapa banyak series dalam satu tahun. Baginya, setiap pekerjaan yang datang akan dipertimbangkan berdasarkan cerita dan ketertarikannya terhadap proyek tersebut.

| Baca Juga: Nayla Purnama Perankan Karakter Kembar dan Latihan Dance ala TWICE di Serial '12 IPA 4'

"Kalau ceritanya masuk dan aku suka, pasti aku ambil dan usahakan maksimal. Next akan ada proyek lagi, tapi masih rahasia," ujar adik aktor Cinta Brian.

Kekasih artis Sandrinna ini tidak mematok target tahun ini akan mengambil berapa proyek series. Dia juga mengaku pernah menolak tawaran karena jadwal yang bentrok.

"Pertimbangan ambil proyek, kalau ceritanya masuk dan aku suka, pasti aku ambil dan usahakan maksimal. Nggak ada target khusus harus berapa series tahun ini, mengalir saja," ujar Junior Roberts.

Tantangan Mengeksplorasi Genre 'Hipdut'

Dalam proyek terbaru Garam Muda: Gairah Masa Muda, Junior Roberts dipercaya memerankan karakter utama bernama Kaizen, siswa paling populer di sekolah.

| Baca Juga: Elsa Japasal - Ari Irham Sajikan Drama Remaja Dipadu Balap Jalanan di Sinetron Ternyata Ini Cinta

Namun, di balik popularitas dan citra kerennya, Kaizen.menyimpan sisi kemanusiaan yang mendalam, terutama sikap tegasnya dalam menolak perundungan di lingkungan sekolah.

"Kaizen ini punya masa kelam di waktu kecilnya yang meninggalkan banyak trauma, dan itulah yang membentuk karakternya sekarang di masa SMA," tutur Junior

Karakter ini juga membawa tantangan baru bagi Junior karena mengharuskannya bersentuhan dengan genre musik 'Hipdut' atau Hip-hop Dangdut.

Meski awalnya merasa asing, Junior akhirnya mulai menikmati ritme musik tersebut selama proses syuting berlangsung.

| Baca Juga: RACH? Gandeng Musisi Jepang idom Bawakan Lagu Hipdut 'Call It Love'

"Yang aku eksplor sih pastinya tentang 'Hipdut' (Hip-hop Dangdut) ini ya, tentang musik dan popularitas itu," ujar Junior.

Aktor berdarah Inggris dan Bali ini mengakui bahwa dangdut bukanlah musik yang biasa ia dengarkan. Tapi setelah membintangi series ini dan sering mendengarkan iramanya, ia menjadi suka.

"Di sini, beberapa kali saat adegan dinyalain terus musiknya, lama-lama kok catchy juga ya? Dangdut ini lama-lama enak juga untuk dijoget-jogetin, akhirnya keterusan joget juga,"tambahnya.

Workshop Khusus Joget Hipdut

Proses produksi series ini diakui Junior sangat menguras energi fisik. Salah satu adegan yang paling membekas adalah saat ia harus tampil membawakan lagu hipdut di ruang terbuka di kawasan Cibubur di tengah cuaca panas. Ia juga harus melawan rasa malunya karena adegan tersebut dilakukan di hadapan banyak orang.

| Baca Juga: Lebih Dekat dengan David Jonsson: Sosok T'Challa Baru di Film Black Panther 3

"Terus yang bikin menantang itu karena banyak banget orang yang menonton di lokasi. Jujur aku agak malu karena aku sebenarnya nggak terbiasa joget di depan umum, tapi ya harus profesional dan tetap enjoy," kenangnya.

Demi menyajikan performa yang meyakinkan sebagai bintang Hipdut, Junior dan pemain lainnya diwajibkan mengikuti pelatihan intensif. Setidaknya ada empat sesi workshop khusus yang harus dilalui untuk menguasai koreografi dangdut yang sesuai dengan naskah.

"Ada, kita ada workshop joget sekitar empat kali. Kita semua ikut, jadi benar-benar diajarkan gerakannya dari awal," kata Junior.

"Yang paling susah itu menyesuaikan gerakan dengan irama dangdutnya, karena kita nggak terbiasa. Kadang harus menghafal koreografi sambil mengingat skrip juga, jadi lumayan memutar otak," tutupnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: