"Banyak pemain muda kita potensinya sangat besar, tapi begitu masuk level senior, mereka hilang. Kenapa? Karena di usia muda mereka sudah merasa mendapatkan segalanya. Sponsor, ketenaran, pujian. Mereka lebih mengutamakan gaya hidup daripada sepak bolanya," tutur Greg.

Ia mengingatkan, julukan-julukan besar yang diberikan publik seringkali justru menjadi bumerang bagi mental pemain muda.

"Di Indonesia, begitu pemain viral sedikit, dibilang 'The Next Ismed', 'The Next BePe (Bambang Pamungkas)'. Dua tahun kemudian hilang karena sombong. Sepak bola itu butuh komitmen 100%, tidak bisa 50/50," tambahnya lagi. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: