Kenalkan Seni Kepada Anak Sebagai Passion, Bukan Paksaan
VIVIA MEDIA — Bagi sebagian anak, kegiatan menggambar karakter anime, sketsa robot, atau bereksperimen dengan warna dan bentuk bukan sekadar hobi biasa, melainkan cara pertama mereka menemukan sesuatu yang benar-benar disukai.
Seniman R.E. Hartanto menilai seni rupa sebaiknya diperkenalkan sebagai passion, setara dengan musik, olahraga, atau sains, bukan sesuatu yang dipaksakan.
"Seni rupa itu passion, sama seperti musik, atau olahraga, atau sains. Jadi saya pikir kalau kita mau mengenalkan sesuatu, termasuk bila itu seni rupa, kita perlu menawarkan itu sebagai passion," kata Hartanto di sela kegiatan Winner Announcement & Exhibition MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 di Lotte Mall, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/8).
Hartanto, yang mengajar seni rupa dengan teknik realisme, mengaku kerap mendapat pertanyaan dari orang tua murid mengapa anaknya terus menggambar anime, gaya yang jauh berbeda dari yang ia ajarkan.
| Baca Juga: Barista Kini Tak Hanya Jago Meracik, Kemampuan Bercerita Soal Kopi Juga Penting
Menurutnya hal itu tidak perlu dipermasalahkan selama anak menikmatinya. Ia bahkan mengenang masa kecilnya sendiri yang gemar menggambar robot seperti Voltus.
Ukuran paling sederhana untuk menilai apakah sebuah kegiatan sudah menjadi minat, kata Hartanto, adalah ketika anak sampai lupa waktu saat melakukannya.
"Kalau misalnya seni rupa itu bisa dikerjakan oleh si anak, terus bikin dia lupa waktu, itu berarti sudah benar. Itu saja. Pokoknya kalau dia lupa waktu berarti benar," ujarnya.
Soal kapan sebuah kegemaran bisa dianggap serius untuk diarahkan menjadi pilihan pendidikan atau profesi, Hartanto memberikan patokan berdasarkan konsistensi minat dari waktu ke waktu.
| Baca Juga: Ismi Melinda Ketagihan Trail Run di Gunung, Tak Kapok Meski Sempat Kena Kram
"Kalau misalnya di usia 12, kelas 6 SD itu anak masih suka menggambar, oke boleh dilihat. Nanti kalau misalnya di kelas 9 dia masih suka, ini kelihatannya agak serius. Nah nanti kalau sudah di kelas 12 dia masih juga suka, ini mah sudah enggak salah lagi, pasti dia maunya di jalur seni rupa," jelasnya. Prinsip serupa, menurutnya, berlaku juga untuk minat di bidang lain seperti elektronika.
Alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB itu juga menyoroti keterbatasan akses kursus seni di kota kecil, sehingga pembelajaran daring menjadi alternatif penting bagi anak di daerah.
1 2






