Ha Young Terjerat Kontroversi Buyut Pro-Jepang, Bagaimana Nasib 'The Trauma Code 2'?
VIVIA MEDIA — Karir aktris Ha Young terancam setelah terungkap bahwa kakek buyutnya adalah kolaborator pro-Jepang di masa penjajahan Jepang di Korea. Nasib drama terbarunya pun turut menjadi sorotan.
Diketahui, aktris berusia 33 tahun itu memiliki dua proyek yang masih dalam tahap produksi, yaitu 'The Long Shot Trial' dan 'The Trauma Code: Heroes On Call' season 2 dan 3.
Pihak stasiun TV SBS yang mengantongi hak siar 'The Long Shot Trial' menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan sebagian besar proses syuting.
Sayangnya, mereka belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan produksi drama tersebut.
| Baca Juga: Kenapa Netizen Korea Marah kepada Ha Young? Ini Kontroversi Silsilah Keluarganya
"Kami memohon pengertian Anda karena sulit untuk memberikan rincian spesifik mengenai jumlah bagian yang telah direkam atau perkembangan produksi yang tepat saat ini," kata seorang perwakilan SBS kepada Xports News, Selasa (11/8/2026).
Di sisi lain, tim produksi 'The Trauma Code: Heroes On Call' belum merilis pernyataan apa pun. Mereka dikabarkan akan memproduksi season 2 dan 3 secara bersamaan. Syuting dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026.
Sutradara drama orisinal Netflix tersebut, Lee Do Yoon terlihat menyukai unggahan permintaan maaf Ha Young di Instagram. Aksinya itu dianggap sebagai sebuah dukungan moral terhadap si aktris.
Meski begitu, belum bisa dipastikan apakah Ha Young akan tetap bergabung sebagai pemeran 'The Trauma Code: Heroes On Call' bersama dua aktor utama lain, Ju Ji Hoon dan Choo Young Woo.
| Baca Juga: Nasib Kekasih Sarwendah, Foto Giorgio Antonio Lenyap dari Poster Seri 'Bunga di Tepi Jurang'
Namun sejumlah netizen menyuarakan rasa pesimis terhadap kemungkinan Netflix mempertahankan para pemeran asli.
"Pesimis banget nanti 'Trauma Code' season 2 bisa lihat mereka lagi," komentar seorang netizen.
"Jujur kalau lihat masalahnya kayaknya kemungkinan 99 persen karakter dia bakal diganti sama orang lain. Apalagi itu drama tentang medis," komentar yang lain.
Kontroversi Ha Young
Kontroversi bermula ketika Ha Young membahas keluarganya dalam program KBS2 'Problem Child in House' yang tayang pada Jumat (7/8/2026) lalu.
Dalam kesempatan itu, ia menceritakan bahwa keluarganya memiliki empat generasi dokter.
| Baca Juga: Tak Perlu Nonton Semua Film Marvel, Ini 7 Tontonan Penting Sebelum 'Avengers: Doomsday'
Ia menyebut, kakek buyutnya pernah mempelajari pengobatan Barat di Jepang, membuka klinik pengobatan Barat pertama di Hanyang (kini Seoul), serta pernah merawat Kaisar Gojong.
Pernyataan itu kemudian membuat warganet menelusuri sosok yang dimaksud. Ternyata, kakek buyut Ha Young adalah Ahn Sang Ho, seorang dokter yang pernah menangani keluarga kerajaan Korea.
Ahn Sang Ho tercatat sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916. Organisasi tersebut dikenal sebagai kelompok yang mendukung kebijakan integrasi Jepang-Korea pada masa pendudukan Jepang.
Dalam artikel yang terbitkan surat kabar Maeil Shinbo pada 1918, disebutkan bahwa Ahn Sang Ho menjalani gaya hidup yang sangat terpengaruh Jepang, termasuk mengenakan pakaian Jepang dan menikah dengan perempuan Jepang.
Bagi masyarakat Korea Selatan, masa penjajahan Jepang selama 1910-1945 masih menjadi bagian sejarah kelam yang mengakar kuat dalam ingatan mereka. Karenanya, isu apa pun yang berhubungan dengan hal tersebut menjadi sangat sensitif.
| Baca Juga: Aghniny Haque Ungkap Perbedaan Kisah Bapak di Film 'Bisikan Desa Gringsing' dengan di Dunia Nyata
Ha Young Meminta Maaf
Ha Young secara pribadi menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram-nya, Rabu (12/8/2026). Ia mengaku selama ini hanya mendengar sejarah kakek buyutnya secara sepotong-sepotong dari cerita keluarga.
"Sungguh memalukan, saya sempat membicarakannya di berbagai kesempatan seolah-olah beliau adalah sosok kebanggaan keluarga, padahal saya sendiri tidak mengetahui fakta yang sebenarnya," ungkapnya.
Wanita kelahiran 11 Agustus 1993 itu berjanji akan mendalami sejarah Korea dengan lebih hati-hati dan serius.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk menghormati para pejuang kemerdekaan serta orang-orang yang berjasa bagi negara, bukan hanya melalui ucapan tetapi melalui tindakan nyata.
Meski telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf, opini publik Korea Selatan terhadap Ha Young masih negatif. (*)







