Lutut Berbunyi 'Pop' Saat Olahraga? Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Ligamen Utama Robek
VIVIA MEDIA — Ada momen ketika tengah berolahraga, lutut mendadak terasa bergeser, disertai bunyi “pop” saat seseorang salah mendarat, berhenti mendadak, atau memutar tubuh dengan kaki masih menjadi tumpuan. Beberapa jam kemudian, lutut membengkak dan terasa tidak stabil.
Situasi seperti itu bisa menjadi tanda cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL), salah satu ligamen utama penjaga kestabilan sendi lutut.
Cedera ACL selama ini identik dengan atlet profesional. Padahal, siapa pun yang aktif bergerak bisa mengalaminya, termasuk masyarakat umum yang belakangan makin rajin berlari, mengikuti maraton, aerobik, atau paddle.
Masalahnya, minat berolahraga yang meningkat tidak selalu diikuti kesiapan tubuh. Orang yang jarang berolahraga lalu tiba-tiba melakukan aktivitas berat, dengan otot dan teknik gerak yang belum siap, berisiko lebih tinggi mengalami cedera ini.
“Kalau kondisi tubuh belum siap, risiko cederanya menjadi lebih tinggi,” ujar dr. Christian Silas, Sp. OT, (K) AIFO-K, Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury RS Pondok Indah – Puri Indah.
| Baca Juga: HYROX Jadi Tren Baru, Saat Olahraga Berubah Menjadi Gaya Hidup dan Ajang Eksistensi
Cedera ACL terjadi saat lutut menerima gerakan atau beban secara tiba-tiba: memutar cepat, salah mendarat setelah melompat, berhenti mendadak, berganti arah, atau terkena benturan langsung.
Olahraga seperti sepak bola, basket, tenis, dan bulu tangkis punya risiko lebih tinggi karena banyak melibatkan gerakan tersebut.
Namun cedera ini juga bisa terjadi di luar lapangan, misalnya saat terpeleset atau tiba-tiba memutar tubuh dalam aktivitas sehari-hari, termasuk pada penari yang sering melakukan gerakan berputar cepat.
Perempuan memiliki risiko lebih tinggi dibanding laki-laki, salah satunya karena faktor anatomi tubuh. Risiko juga meningkat pada orang dengan riwayat cedera lutut sebelumnya, otot kaki lemah, kebugaran buruk, kurang pemanasan, olahraga high impact, atau sepatu yang tidak sesuai.
| Baca Juga: Ismi Melinda Ketagihan Trail Run di Gunung, Tak Kapok Meski Sempat Kena Kram
Gejala Berbeda pada Setiap Orang







