Tidak semua penderita ACL merasakan gejala yang sama. Ada yang langsung mendengar bunyi “pop”, mengalami bengkak dalam hitungan jam, lutut bergeser atau goyah, dan gerak terbatas. Namun ada pula yang gejalanya tidak seberat itu di awal.

Secara umum, keparahan cedera ACL dibagi tiga derajat.

Derajat 1 berupa peregangan berlebih (sprain) namun struktur ligamen masih relatif utuh. Derajat 2 adalah robekan sebagian, membuat lutut mulai longgar. Derajat 3 adalah robekan total, di mana ligamen putus sepenuhnya atau lepas dari tulang sehingga kestabilan lutut terganggu signifikan.

“Tidak semua pasien mengalami bunyi ‘pop’, tidak semua langsung bengkak, dan tidak semua langsung tidak bisa berjalan. Ada yang sejak awal mengalami robekan total, tetapi ada juga yang awalnya derajat satu, kemudian cedera lagi hingga menjadi derajat dua atau akhirnya putus total,” jelas dr. Christian.

| Baca Juga: Greg Nwokolo Tak Paksakan Anak Jadi Pemain Sepak Bola

Karena perbedaan gejala ini, rasa tidak nyaman pada lutut setelah cedera sebaiknya tidak langsung dianggap keseleo biasa. Dokter perlu menggali kronologi kejadian, lalu melakukan pemeriksaan fisik seperti Lachman Test, Anterior Drawer Test, Pivot Shift Test, dan Lever Sign Test.

Pada kondisi tertentu, MRI diperlukan untuk melihat struktur ligamen dan menilai tingkat keparahan, yang kemudian menjadi dasar penentuan terapi non-bedah atau rekonstruksi.

Tak Selalu Butuh Operasi

Pada cedera ringan—derajat 1 atau sebagian derajat 2—penanganan non-bedah bisa dilakukan lewat fisioterapi olahraga yang terarah untuk mengembalikan fleksibilitas dan kekuatan otot quadriceps serta hamstring, disertai penggunaan knee brace atau obat sesuai anjuran dokter.

Namun pada robekan total, terutama bagi atlet atau orang aktif yang merasa lututnya tidak stabil, rekonstruksi ACL lewat teknik artroskopi (bedah minimal invasif) dapat dipertimbangkan.

| Baca Juga: Main Game Bareng Bisa Jadi Jalan Mendekatkan Keluarga

Ligamen baru dapat berasal dari jaringan tubuh sendiri (autograft, misalnya dari hamstring atau tendon patella) maupun ligamen buatan berbahan sintetik (artificial ligament).

1 2 3

Tags: