Sakit Asam Lambung Satukan Chemistry Shanna Shannon dan Samo Rafael di Film 'Dan Bandung'
Membangun kedekatan emosional ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi Shanna dan Samo karena keduanya sama-sama memiliki kepribadian introvert. Shanna mengaku sempat terjadi kecanggungan di awal proses produksi di mana mereka hanya saling diam.
"Awal-awalnya itu kita sempat diem-dieman, karena sesama introvert kan. Kalau buat aku ya, aku kayak nungguin 'Ini kenapa nggak diajak ngomong ya?'. Iya, tapi dia juga diem. Jadi awalnya buat aku agak sulit," tutur Shanna sambil tertawa.
Namun, sebuah kejadian tak terduga akhirnya menjadi titik balik kedekatan mereka. Ternyata, keduanya menderita penyakit yang sama, yakni gangguan asam lambung. Momen berbagi obat saat simulasi adegan menjadi kunci cairnya hubungan mereka.
"Kita berdua sama-sama punya penyakit asam lambung. Aduh, itu yang menyatukan. Dan aku inget salah satu momen, waktu simulasi itu, akhirnya Samo menawarkan aku obat untuk asam lambung. akhirnya dari situ flow aja," kenang Shanna.
Selain faktor medis, Shanna juga memuji profesionalisme Samo yang lebih berpengalaman dalam mengarahkan adegan.
"Samo lebih banyak experience ya jadi dia lebih meng-guide sih. Dan ngasih suggestion, 'Oh untuk scene ini kayaknya bagusan kita gini deh,'" imbuhnya.
Samo pun memberikan pujian balik kepada Shanna. Ia menilai lawan mainnya itu memiliki kemampuan akting natural melalui tatapan mata.
"Shanna orangnya sangat terbuka sebenarnya kalau masalah perasaan. Meskipun kelihatannya diem, tapi ketika kita udah mulai gali bersama, dia lumayan membuka. Tanpa suara pun mata dia sudah menceritakan sesuatu. Jadi pas aku lihat itu, oh, ini kayaknya bisa nih," puji Samo.
| Baca Juga: Debut Layar Lebar Langsung Tokoh Utama di 'Dan Bandung', Shanna Shannon Sempat Nervous
Menjembatani Jarak Usia 11 Tahun
Perbedaan usia yang cukup jauh menjadi topik menarik dalam produksi film ini. Samo Rafael yang lahir pada tahun 1995 (Milenial) harus beradu peran dengan Shanna Shannon yang lahir pada tahun 2006 (Gen Z).
Meskipun terpaut 11 tahun, Samo mengaku tidak kesulitan masuk ke dunia anak muda zaman sekarang. Ia melakukan riset internal dengan mengingat kembali memori masa mudanya untuk menghidupkan karakter Basil yang berusia sekitar 20 atau 21 tahun.







