"Karena karakter Basil sendiri itu bukan sosok yang menggebu-gebu seperti aku di dunia nyata, jadi aku harus bisa masuk ke dunianya Basil. Aku mencoba mengingat kembali masa-masa di usia itu, bagaimana rasanya jatuh cinta dan baper-bapernya di umur segitu. Rasanya jadi kayak balik ke masa lalu lagi,"jelasnya.

Metode Unik Memancing Air Mata

Samo mengungkapkan tantangan berat saat harus melakoni adegan-adegan emosional. Karakter Basil dituntut untuk menangis beberapa kali dengan latar belakang alasan yang berbeda-beda.

| Baca Juga: Gala Premiere Film ‘Dan Bandung’ Bikin Baper Jakarta! Setelahnya, Bandung Siap Dibuat Pecah

Namun, alih-alih merasa kesulitan, Samo mengaku emosi tersebut muncul secara organik berkat pengalaman personal dan gaya penyutradaraan Rudi Soedjarwo yang tidak mengekang.

"Aku sudah ngalamin semua (emosi itu), gitu. Jadi tinggal me-calling lagi rasa-rasa yang itu," ujar Samo.

Menariknya, Samo membeberkan bahwa Rudi Soedjarwo tidak memberikan instruksi yang berlebihan (overdirecting) untuk adegan menangis. Menurutnya, kebebasan yang diberikan sutradara justru menjadi kunci keberhasilannya dalam berakting.

"Kalau Om Rudi nih lucunya, paling efektif untuk bikin aku menangis sebagai director. Om Rudi tuh ke gua ya, 'Yaudah terserah lu deh Wo', gitu doang, tapi aku bisa menangis," ungkap Samo.

"Aku sebagai aktor kalau di-overdirect lumayan jadi kicep malah, kayak 'Aduh gimana ya'. Kalau Om Rudi mah serahin dulu deh, gitu lah pokoknya," tutup Samo. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: