"Ternyata, seseorang bisa menjadi pembully itu ada alasannya. Bisa karena faktor masalah di rumah tangganya, karena dia merasa tidak aman (insecure), atau karena dia sangat butuh perhatian dari orang lain. Lewat series ini, aku jadi merasa kasihan dengan para pembully karena ternyata mereka punya cerita tersendiri yang kita tidak tahu," tuturnya.

Ketika ditanya mengenai pesannya bagi orang-orang yang pernah menyakitinya di masa lalu, mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) ini memberikan jawaban yang tegas namun bijak. Baginya, rasa sakit di masa lalu adalah 'bahan bakar' yang membawanya menuju kesuksesan saat ini.

"Pesan aku untuk mereka: I forgive you, but I won't forget (Aku memaafkanmu, tapi aku tidak akan lupa). Dan satu lagi, aku ingin berterima kasih. Terima kasih karena tanpa adanya kejadian bully-bully itu, mungkin aku tidak akan bisa sampai di posisi sekarang ini," tegasnya.

| Baca Juga: Kebut Bangun Rumah, Junior Roberts Sibuk Bintangi Banyak Series

Motivasi untuk Korban Perundungan

Sebagai sosok yang berhasil bangkit dan sukses di dunia hiburan, Zoe memberikan semangat bagi para korban perundungan di luar sana. Ia meminta para korban untuk tetap kuat dan membuktikan kemampuan diri melalui karya.

"Semangat terus! Jangan jadikan perundungan itu sebagai hal yang membuat kalian sedih atau terpuruk. Balaslah semua itu dengan karya dan kesuksesan kalian. Ingat, di balik para haters itu pasti ada kesuksesan yang menanti," pesannya.

Ia juga menambahkan bahwa masa sulit di sekolah hanyalah fase sementara yang bisa dikalahkan dengan pembuktian di masa depan.

"Bullying itu biasanya hanya terasa berat saat masa sekolah, tapi setelah lulus nanti, kita bisa membuktikan bahwa kita bisa jauh lebih sukses daripada mereka. Stay strong!"tutupnya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: