VIVIA MEDIA — Aktris muda Zoe Levana didapuk memerankan karakter Nicole dalam serial terbaru Viu Original berjudul Garam Muda: Gairah Masa Muda. Dalam proyek tersebut, Zoe memerankan sosok antagonis yang kerap melakukan perundungan terhadap teman-teman sekolahnya.

Namun, siapa sangka bahwa peran tersebut berbanding terbalik dengan kehidupan nyata sang aktris yang merupakan penyintas perundungan (bullying) semasa sekolah.

Zoe Levana mengungkapkan secara terbuka bahwa dirinya pernah mengalami masa-masa kelam saat menempuh pendidikan di Surabaya, Jawa Timur. Ia mengaku menjadi korban perundungan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sekolah Internasional di Surabaya.

"Itu kejadiannya waktu aku masih di Surabaya, dari mulai SD sampai SMP. Aku dijauhi, dikucilkan, pokoknya dizalimi sekali," ungkap Zoe saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pekan lalu.

| Baca Juga: Debut Nyanyi Hipdut, Aisyah Aqilah Isi OST Series 'Garam Muda'

Ironisnya, saat ia mencoba mencari perlindungan dengan melapor kepada pihak sekolah, ia justru mendapatkan respon yang mengecewakan. Guru yang seharusnya menjadi pelindung justru memandang sebelah mata aduan tersebut.

"Aku sempat melapor ke guru, tapi sayangnya respon gurunya justru bilang kalau aku 'terlalu sensitif'. Makanya aku merasa pengaruh guru itu sangat besar bagi muridnya. Sampai sekarang aku masih ingat nama guru itu karena saking kecewanya," tambahnya.

Sudut Pandang Baru: Kasihan pada Pembully

Meskipun menyakitkan, Zoe menyatakan telah berada di tahap 'forgive and forget'. Menariknya, memerankan karakter Nicole yang merupakan seorang pembully justru membuka cakrawala berpikirnya mengenai alasan di balik tindakan negatif tersebut.

"Jujur, kalau dari pengalaman pribadi, aku sekarang sudah ada di tahap forgive and forget. Aku sudah melupakan semua yang terjadi, meski tentu tidak bisa hilang total ya. Tapi melalui peran ini, pikiranku justru jadi lebih terbuka," jelas Zoe.

| Baca Juga: Dituding Jadi Penyebab Anak Dibully, Pihak Ruben Onsu Mengaku Heran

Wanita berdarah Belanda ini kini melihat para pelaku perundungan dari sisi psikologis yang berbeda. Menurutnya, tindakan tersebut seringkali merupakan manifestasi dari masalah pribadi yang belum terselesaikan.

"Ternyata, seseorang bisa menjadi pembully itu ada alasannya. Bisa karena faktor masalah di rumah tangganya, karena dia merasa tidak aman (insecure), atau karena dia sangat butuh perhatian dari orang lain. Lewat series ini, aku jadi merasa kasihan dengan para pembully karena ternyata mereka punya cerita tersendiri yang kita tidak tahu," tuturnya.

Ketika ditanya mengenai pesannya bagi orang-orang yang pernah menyakitinya di masa lalu, mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) ini memberikan jawaban yang tegas namun bijak. Baginya, rasa sakit di masa lalu adalah 'bahan bakar' yang membawanya menuju kesuksesan saat ini.

"Pesan aku untuk mereka: I forgive you, but I won't forget (Aku memaafkanmu, tapi aku tidak akan lupa). Dan satu lagi, aku ingin berterima kasih. Terima kasih karena tanpa adanya kejadian bully-bully itu, mungkin aku tidak akan bisa sampai di posisi sekarang ini," tegasnya.

| Baca Juga: Kebut Bangun Rumah, Junior Roberts Sibuk Bintangi Banyak Series

Motivasi untuk Korban Perundungan

Sebagai sosok yang berhasil bangkit dan sukses di dunia hiburan, Zoe memberikan semangat bagi para korban perundungan di luar sana. Ia meminta para korban untuk tetap kuat dan membuktikan kemampuan diri melalui karya.

"Semangat terus! Jangan jadikan perundungan itu sebagai hal yang membuat kalian sedih atau terpuruk. Balaslah semua itu dengan karya dan kesuksesan kalian. Ingat, di balik para haters itu pasti ada kesuksesan yang menanti," pesannya.

Ia juga menambahkan bahwa masa sulit di sekolah hanyalah fase sementara yang bisa dikalahkan dengan pembuktian di masa depan.

"Bullying itu biasanya hanya terasa berat saat masa sekolah, tapi setelah lulus nanti, kita bisa membuktikan bahwa kita bisa jauh lebih sukses daripada mereka. Stay strong!"tutupnya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: