VIVIA MEDIA — Seorang netizen mengungkap dugaan penggunaan buzzer review film ‘Perumahan Laddaland’ di platform Letterboxd. Rumah produksi MD Pictures maupun sutradara terkait belum memberikan tanggapan.

Hal tersebut diungkap oleh akun X @evansp2612 pada Kamis (13/8/2026). Lewat unggahannya, ia membagikan rekaman layar rating dan ulasan film horor tersebut.

Video yang dibagikan menunjukkan sejumlah akun baru memberikan rating bagus dan ulasan positif untuk ‘Perumahan Laddaland’.

| Baca Juga: Titi Kamal Ungkap Tantangan Main Film Adaptasi Horor Thailand 'Perumahan Laddaland'

Namun setelah ditelusuri, akun-akun tersebut ternyata akun bodong dan hanya pernah mengulas satu film.

Unggahan akun X itu pun memicu spekulasi bahwa ‘Perumahan Laddaland’ menggunakan buzzer untuk meningkatkan rating film mereka.

Lebih memilih menggunakan buzzer Letterboxd daripada meningkatkan kualitas film dan produksinya, keterlaluan,” komentar seorang netizen.

Kelihatan banget pakai buzzer-nya dan nggak bakal percaya filmnya bagus. Lebih percaya rating dari mutualku di Letterboxd,” komentar netizen lain.

Meski demikian, seorang netizen menyebut bahwa manipulasi oleh buzzer tidak akan memengaruhi rating film tersebut di Letterboxd karena sistem baru yang diterapkan.

| Baca Juga: Apa Pekerjaan Kadam Sidik? Pendakwah Muda yang Beri Mahar Rp1 Juta dan Tafsir

Santai aja, di 2023 Letterboxd sudah bikin sistem baru di mana intinya rating yang di-submit akun-akun kayak gitu nggak akan kehitung masuk ke overall weighted rating, beda sama IMDb (platform review lain),” tulis akun X @sozee95.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai isu buzzer rating film ‘Perumahan Laddaland’.

Berdasarkan pantauan Vivia Media di Letterboxd, rating film tersebut belum muncul. Namun penilaiannya didominasi dengan bintang satu (rating rendah) per Jumat (14/8/2026).

Rating di Letterboxd (Foto: Dok. Letterboxd)

Di sisi lain, ini bukan pertama kalinya garapan rumah produksi MD Pictures menghadapi tudingan penggunaan buzzer.

Sebelumnya, buzzer ‘Danur: The Last Chapter’ diduga menyerang akun media sosial resmi ‘Na Willa’. Mereka membandingkan dua judul tersebut dan mengaku lebih menantikan film yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina itu.

| Baca Juga: Bantah Gimmick! Ini Alasan Reza Arap Tetap Sediakan Kursi Kosong untuk Mendiang Lula Lahfah

Awi Suryadi selaku sutradara ‘Danur: The Last Chapter’ sudah mengeluarkan klarifikasi dan meminta maaf kepada sutradara ‘Na Willa’, Ryan Adriandhy.

Sinopsis ‘Perumahan Laddaland’

Adaptasi film Thailand itu bercerita tentang Tomy (diperankan Andri Mashadi) yang nekat mengambil KPR untuk membeli rumah impian di perumahan eksklusif, Laddaland.

Awalnya keluarga Tomy hidup bahagia di sana. Namun seiring berjalannya waktu, kejadian mengerikan mulai berdatangan. Tekanan finansial memaksa mereka tetap tinggal di sana.

Film tersebut sudah bisa ditonton di bioskop Indonesia pada Rabu (13/8/2026). (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: