Reza Arap Ungkap Tantangan Jadi Pemain Sekaligus Sutradara di Film Harusnya Horror
Sosok kelahiran Jakarta, 38 tahun ini lebih memilih memprioritaskan rekan-rekan kerjanya agar dapat tampil maksimal di depan kamera.
"Semuanya on-the-spot karena aku sendiri udah ngebagi waktunya itu lebih ke temen-temen yang lain untuk mendalami karakter mereka. Untuk.pendalaman karakter aki sendiri dilakukan on-the-spot. Jadi ya udah, sepemikiran aku aja, terus aku akting deh," tuturnya.
Dunia Streaming ke Layar Lebar Hingga Inspirasi Cerita
Keputusan Reza untuk terjun ke proyek film ini dianggap sebagai langkah yang sangat berisiko atau "nekat". Bagaimana tidak, ia langsung melompat ke proses produksi film sesaat setelah menyelesaikan jadwal maraton streaming yang padat.
| Baca Juga: Andovi da Lopez Terjun Kampanye jadi Calon Gubernur dalam First Look 'Bapak Paling Jujur'
"Jujur iya (aksi nekat). Kalau kata anak-anak gokil. Karena kan selesai maraton atau selesai streaming yang pas season 2 tuh harusnya ya take break, istirahat atau apa, tapi malah jumping ke film gitu. Itu kan move yang apa ya, bukan konyol tapi udah ekstrim lah," kata Reza.
Meski demikian, dukungan dari rekan-rekannya sesama konten kreator menjadi bahan bakar utama baginya.
"Kebetulan anak-anak support juga, merekanya juga seneng dapet skill set yang baru juga ngerasain hal-hal baru yaitu akting. Jadi ya jadilah film ini," ujar mantan kekasih almarhum Lula Lahfah ini.
Berbicara mengenai ide cerita, Reza mengaku proses kreatifnya terjadi secara organik. Ia mengandalkan imajinasinya sendiri untuk membangun latar belakang karakter yang misterius.
| Baca Juga: Sakit Asam Lambung Satukan Chemistry Shanna Shannon dan Samo Rafael di Film 'Dan Bandung'
"Kalau ide inspirasi itu bener-bener mendadak muncul gitu di kepala. Sebenernya awal tuh ada dua konsep ide cerita, tapi akhirnya yang dipilih Harusnya Horror," jelasnya.
Terkait karakternya di film, Reza memberikan sedikit bocoran tentang pendalaman emosi yang ia bangun sendiri.







