Peringati HUT RI ke-81, Merah Putih Dikibarkan Bareng Hiu Paus di Teluk Cendrawasih Nabire
VIVIA MEDIA — Banyak cara bisa dilakukan untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satunya dengan pengibaran bendera merah putih di Teluk Cenderawasih, kawasan wisata Hiu Paus Kampung Sowa, Distrik Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (14/8/2026).
Pengibaran bendera di lokasi yang menjadi habitat alami Hiu Paus tersebut membawa misi besar. Yaitu menegaskan kecintaan terhadap tanah air sekaligus mempromosikan kekayaan bahari Papua Tengah ke panggung internasional.
Kegiatan ini lahir dari inisiatif Yayasan Somatua dan PT Adventure Cartenz, yang berkolaborasi dengan komunitas penyelam Papua Tengah serta masyarakat lokal. Aksi ini juga mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) serta Polda Papua Tengah.
Pimpinan Yayasan Somatua, Maximus Tipagau, menjelaskan, pemilihan lokasi di Kwatisore bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikenal secara global sebagai salah satu titik penting keberadaan Hiu Paus.
| Baca Juga: Mengenal Antea Turk, Keturunan Kakak WR Soepratman yang Bawakan 'Indonesia Raya' Versi 1928
"Pengibaran bendera di bawah air ini menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya bergaung di daratan, tetapi juga merambah hingga ke dasar laut Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati," jelasnya kepada media.
Misi Pelestarian Ekosistem Laut
Selain aspek nasionalisme, kegiatan ini lanjut Maximus menjadi alarm bagi publik untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Hiu Paus di Teluk Cenderawasih bukan hanya sekadar magnet wisatawan, melainkan komponen vital dalam ekosistem laut yang memiliki nilai ekologis tinggi.
"Kami menekankan bahwa pelestarian kawasan konservasi, terumbu karang, dan habitat Hiu Paus merupakan tanggung jawab kolektif," kata Maximus.
"Jadi ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, namun menuntut keterlibatan aktif dari masyarakat, komunitas, pelaku industri wisata, hingga seluruh pemangku kepentingan terkait," lanjutnya.
| Baca Juga: Perjuangan Esau Sidemo: 26 Hari Hanyut di Samudra Pasifik Hingga Dievakuasi Kapal Prancis
Pariwisata sebagai Mesin Ekonomi dan Pendidikan
Bagi Yayasan Somatua, HUT RI ke-81 ini menjadi titik tolak untuk mendorong sektor pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru di Papua Tengah. Maximus kembali menegaskan visinya untuk menjadikan Hiu Paus Teluk Cenderawasih sebagai ikon pariwisata utama yang mampu mengubah taraf hidup masyarakat.
“HUT Kemerdekaan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan ekonomi dan pendidikan masyarakat melalui pariwisata,” tegas Maximus.
Maximus menjabarkan tiga poin besar dalam pengembangan pariwisata ini. Pertama, pariwisata diposisikan sebagai penggerak ekonomi yang beriringan dengan sarana pendidikan.
Ia berharap anak-anak muda Papua di sekitar kawasan wisata tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain kunci.
| Baca Juga: Gagal 4 Kali, Bartlomiej Kubkowski Akhirnya Taklukkan Laut Baltik dalam 55 Jam
“Kami berharap anak-anak muda bisa belajar diving, bahasa Inggris dan keterampilan lainnya sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dan mendapatkan manfaat dari pariwisata,” ungkapnya.
Destinasi Unggulan dan Kolaborasi Strategis
Poin kedua yang ditekankan Maximus adalah penguatan promosi destinasi unggulan. Dari Hiu Paus di Teluk Cenderawasih hingga kemegahan Puncak Carstensz dan kekayaan budaya lokal, semua harus dikenal luas.
Promosi yang masif diharapkan mampu menarik gelombang wisatawan yang kemudian berdampak langsung pada pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi warga.
Namun, Maximus menyadari bahwa impian besar ini memerlukan kerja sama tim yang solid. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat pesisir, pemuda, penyelam, otoritas taman nasional, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan.
| Baca Juga: Momen Hari Anak Nasional, Fun School Day Surabaya Ajak 4.000 Siswa Eksplorasi Minat, Bakat, dan Cita-Cita
“Pengembangan pariwisata ini tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujar tokoh yang aktif mendorong kemajuan Tanah Papua tersebut.
Menghapus Stigma dan Membuka Mata Dunia
Poin ketiga yang menjadi visi utama adalah menjadikan pariwisata sebagai alat pemersatu bangsa sekaligus diplomasi internasional.
Melalui keindahan alamnya, Papua Tengah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa wilayah ini adalah destinasi yang aman, damai, dan layak untuk dikunjungi.
“Harapannya Hiu Paus ini terus menggema, menjadi salah satu tujuan wisata dan mampu membuka lapangan kerja bagi anak-anak Papua. Melalui pariwisata juga kita bisa menyampaikan kepada dunia bahwa Papua itu daerah yang aman,” tutur Maximus.
| Baca Juga: Misi Besar Fifi Sijangga di Ulang Tahun ke-70 Marlupi Dance Academy
Maximus juga menyampaikan seluruh potensi ini hanya bisa maksimal jika didukung oleh aspek fundamental. Ia meminta komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur pendukung dan perlindungan kawasan konservasi secara konsisten.
"Hiu Paus harus tetap dipandang sebagai aset yang dilindungi, bukan sekadar objek komersial. Tentunya ini bisa terwujud bila pemerintah mendukung pembangunan infrastruktur, promosi yang kuat, keterlibatan masyarakat serta perlindungan kawasan konservasi," pungkasnya. (*)







