Bayi Perempuan Lahir di Atas Ambulans Saat Gempa NTT, Diberi Nama 'Gempita'
Nama Gempita, Pengingat Keajaiban di Tengah Bencana
Suasana tegang di halaman sekolah itu berubah menjadi haru bercampur bahagia bagi keluarga dan seluruh tim nakes yang membantu persalinan. Sebagai pengingat momen kelahirannya yang bertepatan dengan guncangan gempa, bayi tersebut diberi nama Agustin Gempita Aurora.
Nama “Gempita” dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena sang bayi lahir tepat pada hari ketika gempa kuat mengguncang wilayah NTT. Kelahiran Gempita menjadikannya simbol harapan yang lahir di tengah situasi darurat di wilayah timur Indonesia tersebut.
Ketanggapan dan keberanian tenaga kesehatan Puskesmas Paga dalam memprioritaskan keselamatan pasien di tengah bencana ini menuai apresiasi luas dari masyarakat. Kelahiran Gempita pun menjadi kisah kecil penuh harapan di tengah dampak besar gempa yang terus dipantau perkembangannya oleh otoritas setempat.
| Baca Juga: Gempa Kolombia: Seorang Perempuan Diselamatkan Setelah 30 Jam Tertimbun Reruntuhan
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 13.00 WIB, Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syafii melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bertambah menjadi 51 orang, dengan 64 warga lainnya masih menjalani perawatan akibat luka berat maupun ringan.
Tim SAR gabungan dan Basarnas masih terus melakukan pencarian dan verifikasi di enam kabupaten terdampak di Pulau Flores, sementara lebih dari 5.000 warga tercatat mengungsi akibat gempa magnitudo 7,7 tersebut. (*)







