VIVIA MEDIA — Seruan Pray For NTT menggema kencang di media sosial setelah gempa sekuat magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun kemudian dicabut setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut.

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 47 orang.

Jumlah korban berpotensi bertambah, mengingat proses evakuasi masih berjalan.

| Baca Juga: 14 Korban Tewas Akibat Gempa NTT, BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

Sementara data kerusakan bangunan, baik hunian pribadi maupun fasilitas umum, mencapai ratusan unit. Setidaknya 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

Sebanyak 87 bangunan fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 rumah ibadah, dan 6 unit kantor juga terdampak gempa.

Pihak BNPB telah mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan untuk masyarakat terdampak bencana yang disalurkan melalui gudang logistik di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Sementara Presiden Prabowo Subianto memberikan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket sembako.

| Baca Juga: Sambut HUT RI Ke-81, Ini Prompt AI Ubah Foto Jadi ala Pejuang Kemerdekaan

Pentingnya Tas Siaga Bencana

Bencana alam bisa datang kapan saja dan tanpa peringatan, sama seperti gempa yang melanda NTT. Tapi setidaknya, kita bisa mempersiapkan diri. Salah satunya dengan menyiapkan emergency kit atau tas siaga bencana.

Dilansir dari laman BPBD Kota Malang, tas siaga bencana adalah tas yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga apablia terjadi suatu bencana atau kondisi darurat lainnya.

Tas tersebut berisi benda-benda penting untuk kelangsungan hidup saat bantuan belum datang. Selain itu juga bisa memudahkan masyarakat saat proses evakuasi.

Lantas, apa saja benda yang harus dimasukkan dalam tas siaga bencana?

| Baca Juga: Gempa Kolombia: Seorang Perempuan Diselamatkan Setelah 30 Jam Tertimbun Reruntuhan

Dokumen Penting

Surat-surat penting, seperti akta tanah, kepemilikan kendaraan, ijazah, hingga akta kelahiran sebaiknya disimpan dalam satu map yang sama.

Map berbahan plastik atau kedap air sangat disarankan, sehingga meski tas nantinya bahasa, dokumen di dalamnya masih aman.

Pakaian

Siapkan pakaian yang cukup setidaknya untuk tiga hari. Jika ingin membawa selimut, pilihlah yang berbahan alumunium. Selain bahannya ringan, tahan air, dan tidak memenuhi tas, juga bisa menjaga suhu tubuh tetap hangat.

Makanan Tahan Lama

Salah satu kebutuhan primer yang tidak boleh dilupakan adalah makanan dan minuman. Pilih makanan yang tahan lama, seperti biskuit, energy bar, atau yang dikemas dalam kaleng.

| Baca Juga: Nasib Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Dipecat Pemkot Surabaya Buntut Tuduhan Kekerasan Seksual

Kotak P3K

Saat mengevakuasi diri dari bencana, terkadang seseorang tidak menyadari anggota tubuh terluka. Karenanya, penting untuk membawa obat-obatan. Terlebih mereka yang memiliki penyakit yang sering kambuh.

Alat Penerangan

Saat bencana, aliran listrik sering kali terputus. Alat penerangan seperti senter dan lampu kepala akan sangat berguna untuk bertahan hidup.

Peluit

Peluit digunakan untuk meminta pertolongan. Suara peluit menjadi sinyal yang kalian kirim kepada tim penyelamat. Sehingga mereka bisa bergerak cepat menemukan kalian. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: