Keanggunan Ratna Sari Dewi Soekarno Berkebaya Putih di HUT ke-81 RI
VIVIA MEDIA — Ratna Sari Dewi Soekarno kembali menarik perhatian saat menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Perempuan yang akrab disapa Dewi Soekarno itu datang mengenakan kebaya kutubaru brokat warna putih yang dipadukan dengan selendang batik merah.
Outfit-nya dilengkapi bros berbentuk logo HUT ke-81 RI di sisi sebelah kanan kebayanya.
Kehadirannya sekaligus bernostalgia melihat Istana yang kini jauh berbeda dari masa ketika ia mendampingi mendiang Bung Karno.

| Baca Juga: Gerak Cepat, Zaskia Adya Mecca Kirim Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
Namun, kehadiran Dewi di Istana bukan sesuatu yang tiba-tiba. Lima hari sebelum upacara, ia telah mengunggah momen kedatangannya di Jakarta melalui Instagram @dewisukarnoofficial pada Kamis (13/8/2025) lalu.
Dalam caption berbahasa Jepang, Dewi mengatakan dirinya sudah tiba di Indonesia dan terkesan dengan luas Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
| Baca Juga: Riwayat Pendidikan Najma Tsuroyya, Istri Kadam Sidik yang Seperti Bunga Lili
Ia bahkan bertanya-tanya apakah bandara tersebut berukuran sekitar 20 kali lebih besar dari Bandara Narita.
Dewi juga membagikan suasana menginap di Grand Hyatt Jakarta dan makan malam bersama teman-temannya di restoran Taste of Paradise.
Kunjungan tersebut juga bertepatan dengan momentum HUT ke-81 RI. Dilansir dari berbagai sumber, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Dewi dapat hadir karena memang sedang berada di Jakarta.
Lantas, siapa sebenarnya Ratna Sari Dewi Soekarno?
| Baca Juga: Setahun Berlalu, Aldy Maldini Eks CJR Mengaku Kasus Penipuan Terhadap Fans Belum Tuntas
Lahir di Jepang dan Memiliki Nama Naoko Nemoto
Ratna Sari Dewi lahir dengan nama Naoko Nemoto di Tokyo, Jepang, pada 6 Februari 1940. Ia berasal dari keluarga sederhana dan sejak remaja sudah terbiasa bekerja.
Dilansir dari Ensiklopedia Kementerian Kebudayaan mencatat, Dewi pernah menjadi pramuniaga perusahaan asuransi sebelum kemudian mendalami seni tari, menyanyi, dan drama.

Pertemuannya dengan Soekarno terjadi ketika sang presiden melakukan kunjungan ke Jepang pada 1959. Saat itu, Naoko masih berusia 19 tahun, sedangkan Soekarno berusia 57 tahun.
Kisah mengenai lokasi pertemuan keduanya memiliki beberapa versi. Ada sumber yang menyebut mereka bertemu di Copacabana Super Club, sementara versi lain menyebut Hotel Imperial di Tokyo.
| Baca Juga: Potret Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Terungkap! Digelar Intim di Ruang Tamu
Hubungan tersebut kemudian berlanjut hingga Naoko datang ke Indonesia dan menikah dengan Soekarno pada 1962. Setelah menjadi istri Bung Karno, ia menggunakan nama Ratna Sari Dewi Soekarno.
Pemerintah Indonesia bahkan memberikan kewarganegaraan kepada Naoko Nemoto melalui Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1962 yang ditetapkan pada 26 Februari 1962.
Pernah Berperan dalam Hubungan Indonesia-Jepang
Pada 1964, ia dipercaya menjadi Ketua Kehormatan Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang dan membentuk komunitas perempuan Jepang yang menikah dengan pria Indonesia.
Dari pernikahannya dengan Soekarno, Dewi memiliki seorang putri, Kartika Sari Dewi Soekarno. Namun, rumah tangga mereka tidak berlangsung panjang. Soekarno meninggal dunia pada 21 Juni 1970.
| Baca Juga: Yukie PAS Band Kecelakaan, Kepala Dijahit 10 Jahitan hingga Mobil Ringsek
Setelah itu, Dewi menjalani kehidupan di luar Indonesia. Dilansir dari The Japan Times dalam profilnya pada 26 Agustus 2008 menyebut Dewi sempat tinggal di Eropa sebelum kembali aktif menjalankan bisnis dan kegiatan sosial.
Ia kemudian menetap di Tokyo dan dikenal sebagai pebisnis, sosialita serta tokoh televisi di Jepang.
Kini Tetap Aktif di Jepang
Pada Februari 2025, Dilansir dari The Japan Times melaporkan ia meluncurkan kelompok politik bernama 12 Heiwa To yang membawa isu perlindungan hewan.
Nama tersebut merupakan permainan kata dari “wan-nyan”, suara anjing dan kucing dalam bahasa Jepang.
| Baca Juga: Comeback Setelah Hiatus 7 Tahun, Ini Lirik Lagu ‘Kau yang Utama’ Syahrini
Kini, di usia 86 tahun, Dewi kembali ke Indonesia. Kehadirannya di Istana pada HUT ke-81 RI menjadi momen nostalgia bagi perempuan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan Presiden pertama Indonesia tersebut. (*)







