Debut Garap Film Horor 'Paket Santet, Dinna Jasanti Konsultasi dengan Dukun Asli
"Jadi pas skripnya sudah jadi, kita memang sempat mengajak kenalan yang mengerti hal tersebut (dukun) untuk diskusi. Kita minta dia baca skripnya, lalu kita diskusikan. Ternyata memang ada beberapa hal teknis seperti mantranya bagaimana atau ritualnya seperti apa yang harus disesuaikan," jelasnya.
Dinna menegaskan bahwa meski tidak semua saran digunakan, syarat-syarat tertentu tetap dipertahankan agar terasa nyata.
| Baca Juga: Meninggal di Usia 36 Tahun, Penyebab Kematian Aktris Hayden Panettiere Masih Misteri
"Ciri khas atau syarat-syarat tertentunya harus ada supaya terasa otentik. Makanya muncul tawon tadi sebagai medium.Ternyata emang tawon itu adalah salah satu serangga yang dipakai (dalam santet nyata). Dan itu emang ada history-nya, ada sejarahnya juga," tambah Dinna.
Tantangan Teknis: Tawon CGI dan Properti Mock-up
Penggunaan tawon sebagai medium santet menjadi tantangan terbesar bagi kru kreatif. Dinna mengakui ide menjatuhkan paket dan serangan tawon sempat membuat timnya terkejut karena tingkat kesulitannya yang tinggi.
"Saat saya melontarkan ide ‘Paket’ jatuh dari mana atau tentang ‘Tawon’, mereka sempat kaget karena belum pernah dilakukan. Secara teknis film memang sulit membuat tawon yang terbang, tapi karena tim CGI kita sangat mendukung, hasilnya memuaskan," paparnya.
Untuk menyeimbangkan efek visual, tim juga menggunakan properti fisik agar aktor bisa berinteraksi secara nyata.
"Sebagian besar CGI, tapi kita juga pakai beberapa properti mock-up untuk interaksi pemain. Misalnya ada adegan tawonnya diinjak atau dipegang, itu kita pakai properti asli agar aktornya bisa bereaksi secara fisik," tutupnya. (*)







