Syuting Film di Live Pestapora, Iqbaal Ramadhan Cerita Ketegangan Naik Panggung Rhoma Irama
Dalam film ini, Iqbaal tidak hanya berdiri di depan kamera, tetapi juga mengambil tanggung jawab besar di balik layar. Bagi Iqbaal, terjun ke dunia produksi film bukanlah keputusan impulsif.
Sejak memulai karier di industri hiburan pada usia sembilan tahun, ia mengaku selalu memiliki rasa penasaran terhadap proses kreatif yang terjadi di balik lensa kamera. Terbiasa berada di bawah sorotan lampu sejak kecil justru memicu keinginannya untuk menjadi orang yang merancang sebuah karya.
"Sebenarnya kalau keputusannya apa, kalau dari aku pribadi emang dari dulu selalu bercita-cita untuk bekerja di balik layar. Memulai karier dari umur sembilan dan selalu berada di bawah sorotan lampu dari kecil," kata Iqbaal.
Iqbaal mengungkapkan bahwa keputusannya ini didorong oleh pengamatan panjang terhadap para mentor di industri, salah satunya adalah produser kawakan Mira Lesmana.
| Baca Juga: Yasamin Jasem Ungkap Adegan Terberat Saat Syuting Film 'Paket Santet'
"Banyaklah orang-orang, mentor-mentor yang udah selalu menginspirasi dari usia muda gitu ya, melihat misalnya Tante Mira Lesmana jadi produser film gitu, selalu terinspirasilah untuk menjadi produser," tuturnya.
Esai Beasiswa 2015 yang Menjadi Kenyataan
Menariknya, rencana besar ini pernah ia tuangkan dalam tulisan resmi saat mengajukan beasiswa pada tahun 2015. Saat itu, Iqbaal mendapatkan pertanyaan mengenai visinya dalam sepuluh tahun ke depan.
Tanpa ragu, ia menuliskan niatnya untuk menjadi produser musik dan film. Sepuluh tahun kemudian, tepat pada tahun 2024, tulisan tersebut bertransformasi menjadi realitas melalui proyek Operasi Pesta Copet.
"Sepuluh tahun lalu waktu saya mau coba apply buat beasiswa, ada esai tulisannya tuh pertanyaannya apa yang akan kamu lakukan dalam sepuluh tahun mendatang?" kenangnya.
"Salah satu tulisan saya adalah saya ingin jadi produser musik dan produser film. Alhamdulillahnya itu nulisnya 2015, 2024 alhamdulillahnya dua-duanya tercapai di Pesta Copet tuh," tutupnya dengan nada syukur. (*)







