Syuting Film di Live Pestapora, Iqbaal Ramadhan Cerita Ketegangan Naik Panggung Rhoma Irama
VIVIA MEDIA — Bagi Iqbaal Ramadhan, film Operasi Pesta Copet menjadi proyek yang memiliki arti penting dalam perjalanan kariernya. Apalagi saat ia melakoni adegan yang paling krusial dan mendebarkan dalam film ini. Yaitu saat tokoh Ijal, karakter yang ia perankan, naik ke atas panggung di tengah konser Pestapora.
Adegan ini tidak dilakukan di set buatan, melainkan syuting langsung di tengah pertunjukan asli Raja Dangdut, Rhoma Irama, saat manggung di Pestapora.
Sutradara Edy Khemod, yang akrab disapa Kemod, memanfaatkan pengalaman luasnya di industri musik untuk mengeksekusi adegan berisiko tinggi ini.
Aktor dan musisi 26 tahun ini mengaku sempat merasa ragu dan sangat gugup saat harus menyatu dengan suasana konser yang riil.
| Baca Juga: Dari Drummer ke Kursi Sutradara, Edy Khemod Jalani Debut di Film 'Operasi Pesta Copet'
"Kalau buat saya adegan ending yang naik panggung. Itu gila banget sih rasanya. Kita benar-benar menyatu dengan suasana konser beneran. Itu real! Kita shooting pas Bang Haji Rhoma Irama manggung. Kemod (Sutradara) emang 'gila'. Dia punya pengalaman banyak di urusan musik, jadi dia khatam lah," jelasnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Belajar Profesionalisme dari Sang Raja Dangdut
Bekerja bersama Rhoma Irama memberikan kesan mendalam bagi Iqbaal. Ia harus melakukan pendekatan personal dan izin khusus karena adegan tersebut melibatkan kontak fisik. Iqbaal memuji profesionalisme luar biasa yang ditunjukkan oleh Sang Raja Dangdut meski usianya hampir menginjak 80 tahun.
Salah satu momen yang paling diingat adalah saat adegan pemukulan. Meskipun suara pukulan terdengar sangat keras dan meyakinkan di kamera, Iqbaal mengaku tidak merasakan sakit sedikit pun berkat teknik tingkat tinggi yang dimiliki Rhoma Irama.
"Beliau benar-benar seorang legenda. Di usia yang hampir 80 tahun, beliau sangat tahu apa yang harus dilakukan. Ada adegan pukulan yang suaranya terdengar kencang sekali di kamera, tapi sebenarnya tekniknya luar biasa sehingga saya sama sekali tidak merasa sakit. Itu menunjukkan betapa profesional dan karismatiknya beliau di set," terang Iqbaal.
| Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Angkat Arti Persahabatan Lewat OST Film Operasi Pesta Copet
Mimpi Menjadi Produser Sejak Usia Sembilan Tahun
Dalam film ini, Iqbaal tidak hanya berdiri di depan kamera, tetapi juga mengambil tanggung jawab besar di balik layar. Bagi Iqbaal, terjun ke dunia produksi film bukanlah keputusan impulsif.
Sejak memulai karier di industri hiburan pada usia sembilan tahun, ia mengaku selalu memiliki rasa penasaran terhadap proses kreatif yang terjadi di balik lensa kamera. Terbiasa berada di bawah sorotan lampu sejak kecil justru memicu keinginannya untuk menjadi orang yang merancang sebuah karya.
"Sebenarnya kalau keputusannya apa, kalau dari aku pribadi emang dari dulu selalu bercita-cita untuk bekerja di balik layar. Memulai karier dari umur sembilan dan selalu berada di bawah sorotan lampu dari kecil," kata Iqbaal.
Iqbaal mengungkapkan bahwa keputusannya ini didorong oleh pengamatan panjang terhadap para mentor di industri, salah satunya adalah produser kawakan Mira Lesmana.
| Baca Juga: Yasamin Jasem Ungkap Adegan Terberat Saat Syuting Film 'Paket Santet'
"Banyaklah orang-orang, mentor-mentor yang udah selalu menginspirasi dari usia muda gitu ya, melihat misalnya Tante Mira Lesmana jadi produser film gitu, selalu terinspirasilah untuk menjadi produser," tuturnya.
Esai Beasiswa 2015 yang Menjadi Kenyataan
Menariknya, rencana besar ini pernah ia tuangkan dalam tulisan resmi saat mengajukan beasiswa pada tahun 2015. Saat itu, Iqbaal mendapatkan pertanyaan mengenai visinya dalam sepuluh tahun ke depan.
Tanpa ragu, ia menuliskan niatnya untuk menjadi produser musik dan film. Sepuluh tahun kemudian, tepat pada tahun 2024, tulisan tersebut bertransformasi menjadi realitas melalui proyek Operasi Pesta Copet.
"Sepuluh tahun lalu waktu saya mau coba apply buat beasiswa, ada esai tulisannya tuh pertanyaannya apa yang akan kamu lakukan dalam sepuluh tahun mendatang?" kenangnya.
"Salah satu tulisan saya adalah saya ingin jadi produser musik dan produser film. Alhamdulillahnya itu nulisnya 2015, 2024 alhamdulillahnya dua-duanya tercapai di Pesta Copet tuh," tutupnya dengan nada syukur. (*)







