Sosok Penembak Rapper Tupac Terungkap dalam Rekaman Terdakwa di Pengadilan Las Vegas
VIVIA MEDIA — Sidang pembunuhan Tupac Shakur kembali menghadirkan bukti mengejutkan. Pada Kamis (20/8/2026), waktu setempat, juri dalam sidang yang digelar di Distrik Clark County, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat itu mendengarkan rekaman wawancara terdakwa Duane "Keffe D" Davis dengan detektif pada 2008.
Dalam rekaman itu, ia mengaku bahwa keponakannya, Orlando "Baby Lane" Anderson, adalah orang yang menembak dan menewaskan rapper tersebut pada 1996.
Dalam wawancara itu, Duane Davis juga mengakui dirinya berada di dalam mobil bersama Anderson saat penembakan terjadi. Saat wawancara direkam, sang keponakan telah satu dekade meninggal dunia.
Davis, yang kini didakwa sebagai dalang pembunuhan bintang hip-hop berusia 25 tahun itu di Las Vegas, menceritakan bagaimana mobil Cadillac putih yang ditumpanginya bersama Anderson dan dua pria lain merapat ke mobil yang ditumpangi Shakur, juga bos Death Row Records, Marion "Suge" Knight.
| Baca Juga: 30 Tahun Berlalu, Sidang Kasus Pembunuhan Rapper Tupac Shakur Akhirnya Dimulai
"Kalau saja mereka ada di sisi saya, saya pasti sudah menembak," ujar Davis dalam rekaman. Namun karena mobil Knight berada di sisi berlawanan, Davis mengaku menyerahkan senjatanya ke Deandre "Big Dre" Smith.
"Smith menolak mengambilnya. Anderson, yang duduk di kursi belakang, akhirnya mengambil senjata itu dan mulai menembak," kata Davis.
Juri menyaksikan transkrip rekaman audio itu ditayangkan di layar ruang sidang. Sebagian mencatat, sementara keluarga Tupac Shakur duduk diam, sesekali menatap layar atau menunduk.
Ini pertama kalinya Davis membahas langsung keterlibatannya dalam pembunuhan itu kepada pihak berwenang. Rekaman ini pun menjadi bukti penting dalam dakwaan terhadap pria 63 tahun tersebut.
| Baca Juga: Betty Bromage, Wing Walker Wanita Tertua di Dunia Pecahkan Rekornya Sendiri
Jaksa menyatakan akan sangat mengandalkan pengakuan Davis dalam wawancara dengan polisi, podcast, hingga memoar 2019 yang ia tulis bersama penulis lain dari buku memoar Compton Street Legend.
Sebelumnya, Davis juga sempat memberi tahu FBI bahwa keponakannya tidak terlibat dalam penembakan 1996 itu, dan malah menuding Knight atau rapper Sean "Diddy" Combs sebagai pelaku.
Davis sendiri mengaku tidak bersalah. Sementara pengacaranya menyebut narasi jaksa sebagai "fiksi", dan menyatakan Davis "penuh omong kosong" saat menceritakan keterlibatannya, dan pihak berwenang sebenarnya tahu itu.
Rekaman 2008 itu awalnya dilakukan detektif Los Angeles untuk menanyai Davis soal kasus lain, yakni pembunuhan Notorious B.I.G., rival Tupac Shakur, pada 1997.
| Baca Juga: Kisah ‘Moonshot’ dr Aucky Hinting yang Sukses Dampingi Lebih dari 22 Ribu Program Bayi Tabung
Davis sempat menjadi tersangka dalam kasus yang belum terpecahkan itu sebelum akhirnya dicoret dari daftar. "Semua orang adalah tersangka saat itu," ujar Daryn Dupree, salah satu detektif yang menginterogasi Davis, dalam kesaksiannya di sidang Kamis.
Dalam rekaman audio, para detektif menjamin kepada Davis bahwa pembicaraan itu bersifat rahasia. "Apa pun yang Anda katakan hari ini tidak bisa digunakan untuk menjerat Anda," kata Greg Kading, detektif lainnya, seperti ia tuliskan kembali dalam bukunya bertahun-tahun kemudian.
Sejumlah hadirin di ruang sidang menggeleng ketika terdengar suara dalam rekaman berkata bahwa "tidak ada yang keluar dari ruangan ini." Dupree menambahkan, "Kalau kamu tidak bicara apa-apa, tidak masalah, tapi kalau kamu keluar dan mulai bicara..."
Jaksa menegaskan bahwa itulah yang justru dilakukan Davis satu dekade kemudian, yakni menceritakan kisah penembakan itu dalam berbagai wawancara dan memoarnya.
| Baca Juga: Yoko Morishita, Ballerina Tertua di Dunia Masih Aktif Manggung di Usia 77 Tahun
Menurut jaksa, hal ini membatalkan kesepakatan kerahasiaan yang ia buat dengan aparat penegak hukum atas rekaman ini maupun percakapan lain yang direkam.
Jaksa juga mendakwa bahwa Tupac Shakur dibunuh sebagai balas dendam atas serangan rombongannya terhadap Anderson beberapa jam sebelumnya di MGM Grand, usai laga tinju Mike Tyson. Davis diketahui hadir di laga tinju tersebut, meski tidak terlibat dalam perkelahian itu.
Malam harinya, saat berada di dalam Cadillac, mereka melihat Tupac menjulurkan badan dari mobil BMW hitam sementara orang-orang berteriak, "Tupac!" Davis mengaku, setelah Anderson menembak, ia sempat mengira Knight yang tewas.
Tiga dekade setelah kematiannya, Tupac atau yang akrab disebut 2Pac tetap menjadi ikon budaya dan salah satu rapper paling berpengaruh serta serba bisa sepanjang masa. Ia meninggal saat popularitasnya memuncak dan kariernya sebagai aktor film baru saja lepas landas. (*)







