Purana dan Vicenza Kolaborasi Lewat Workshop Hampers, Ubah Kain Perca Jadi Karya Bernilai
Workshop tersebut menjadi perkenalan awal sebelum koleksi kolaborasi Purana dan Vicenza diluncurkan pada tahun depan.
Belinda Rosalina selaku speaker menjelaskan, produk kolaborasi nantinya lebih berfokus pada tableware, seperti serving plate dan berbagai perlengkapan untuk kebutuhan home living. Sementara konsep hampers dalam workshop kali ini merupakan salah satu contoh pemanfaatan produk tersebut.

Kolaborasi ini bermula dari hubungan personal Hanny dan Belinda yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Keduanya bahkan pertama kali bertemu di salon dan kembali terhubung setelah mengetahui aktivitas bisnis masing-masing.
Ketika Vicenza sedang mencari brand untuk diajak berkolaborasi, ide tersebut akhirnya mempertemukan Purana dan Vicenza dalam satu proyek kreatif.
“Energi menyatukan. Sebenarnya kalau tidak sefrekuensi itu agak sulit menyambungkan ide, karena ini kan ide kreatif,” ujar Hanny.
| Baca Juga: Kenalkan Seni Kepada Anak Sebagai Passion, Bukan Paksaan
Konsep visual koleksi kolaborasi juga mengambil inspirasi dari karya Purana bertema Merpati Pelangi, burung endemik di Indonesia yang kemudian diterjemahkan ke dalam desain fashion dan akan dipindahkan ke media berbeda berupa tableware.
Menurut Hanny, tantangan utama kolaborasi tersebut adalah mempertahankan karakter visual Purana ketika diterapkan pada media seperti piring dan perlengkapan saji.
Salah satu pesan kuat dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana kain perca tidak dipandang sebagai limbah yang harus dibuang. Purana selama ini berupaya memanfaatkan kembali material sisa dari proses produksinya. Dalam rangkaian eksibisinya, Purana juga menggunakan material daur ulang untuk berbagai instalasi.

Nonita menyebut lebih dari 50 persen material kardus yang digunakan dalam sejumlah instalasi pameran berasal dari material yang didaur ulang. Beberapa instalasi bahkan dibuat kembali dari material pameran sebelumnya.
Kain perca Purana juga diberikan kepada sejumlah seniman untuk diolah menjadi karya baru. Salah satunya adalah seniman Suanjaya Kencut yang memanfaatkan perca Purana untuk membuat karya flower doll.
| Baca Juga: Ini 7 Cara Kreator Mengubah Kreativitas Menjadi Penghasilan dengan Bantuan AI





