VIVIA MEDIA — Mawar de Jongh membuka babak baru dalam perjalanan musiknya lewat single terbaru berjudul 'KAN'. Dirilis pada 21 Agustus 2026, lagu ini menghadirkan warna musik yang berbeda sekaligus membawa cerita tentang cinta, persahabatan, intuisi, dan penyesalan.

Sejak memulai perjalanan musik pada 2019, Mawar de Jongh konsisten membangun kariernya lewat deretan single yang telah meraih puluhan juta streaming dan penayangan di berbagai platform digital.

Setelah sebelumnya merilis 'Tinggal' sebagai original soundtrack film Tinggal Meninggal pada Juni 2025, Mawar kini menghadirkan 'KAN' sebagai salah satu karya terbaru yang lebih segar.

Judul lagu terbaru itu hanya terdiri dari tiga huruf. Namun, di balik bentuknya yang singkat, terdapat permainan makna yang erat dengan ungkapan “sudah kubilang” atau I told you so.

| Baca Juga: HyoRiSoo Siap Debut 31 Agustus 2026, Unit Baru Girls’ Generation Rilis Lagu ‘Skibidi’

Konsep tersebut menjadi benang merah cerita lagu yang menggambarkan seseorang ketika akhirnya menyadari bahwa peringatan mengenai hubungan yang dijalaninya ternyata benar.

Saat pertama kali mendengar lagu tersebut, Mawar mengaku langsung merasa terhubung dengan ceritanya. Ia teringat pada sejumlah kisah orang-orang di sekitarnya yang memiliki pengalaman serupa.

Dalam cerita 'KAN', sosok sahabat menjadi tempat curhat seseorang yang sedang mengalami masalah percintaan. Sang sahabat sebenarnya sudah melihat berbagai tanda bahwa hubungan tersebut tidak berjalan baik dan telah memberikan peringatan sejak awal.

Namun, karena terbawa perasaan cinta, nasihat tersebut justru diabaikan.

| Baca Juga: King of K-Pop Kembali! BIGBANG Sukses Buka Tur 'XX : COSMOS' di Korea Selatan

Lagu 'KAN' diciptakan oleh Iqbal Siregar, Denis Ligia, Faishal Muhammad Fasya, dan Mohammed Kamga. Menariknya, konsep awal lagu ini sebenarnya dirancang sebagai lagu duet dua perempuan.

Iqbal Siregar membayangkan adanya percakapan antara dua sahabat yang membahas sebuah hubungan asmara.

Seiring proses pengembangan, konsep tersebut kemudian berubah menjadi lagu solo. Perubahan ini justru membuat cerita lagu tersebut terasa semakin personal.

Cerita yang awalnya menggambarkan percakapan dua sahabat berkembang menjadi suara hati seseorang yang sebenarnya telah memiliki intuisi sejak awal, tetapi memilih mengabaikannya.

| Baca Juga: Romaria Rilis Single Lagu '24/7', Langsung Populer di TikTok hingga Spotify

“Intinya sinyal-sinyal di depan yang udah dikasih tahu sama temannya, tapi temannya masih melakukan karena jatuh cinta. Karena akhirnya jadi lagu solo, lebih pasnya diartikan kita ngomong ke diri kita sendiri, sama intuisi yang kita punya di awal terhadap suatu hubungan yang akhirnya kita kena batunya sendiri,” jelas Iqbal Siregar.

Selain cerita, kekuatan 'KAN' juga terletak pada cara Mawar de Jongh membawakan lagu tersebut. Menurut Iqbal, perubahan aransemen dan mood membuat lagu itu memiliki karakter yang berbeda dari sejumlah single Mawar sebelumnya.

Meski demikian, kemampuan Mawar dalam menyampaikan cerita melalui vokal tetap menjadi kekuatan utama.

“Walaupun konsep aransemen di lagu ini agak berbeda dari single-single Mawar sebelumnya. Tapi Mawar tuh paling bagus suaranya dalam hal menceritakan sesuatu. Jadi nggak perlu teknik yang aneh-aneh, dan pas denger Mawar nyanyi pesan yang ingin disampaikan dapat dan feels real,” kata Iqbal.

| Baca Juga: The Script Konser di Jakarta April 2027, Ada The Calling dan Tiket Mulai Rp650 Ribu

Bagi Mawar de Jongh, 'KAN' menjadi salah satu eksplorasi baru dalam perjalanan musiknya sepanjang 2026. Berbeda dari karya-karya sebelumnya, single ini menawarkan pendekatan dari sisi konsep, aransemen, hingga mood. Hal tersebut membuat Mawar merasa single itu menjadi karya yang fresh.

“Single ini cukup berbeda secara konsep, aransemen, dan mood. Jadi ‘KAN’ menjadi sesuatu yang fresh juga dari aku di tahun ini. Senang sekali bisa membawakan sesuatu yang berbeda di tahun ini,” ujar Mawar.

Eksplorasi tersebut tidak berhenti pada musik. Cerita 'KAN' juga diterjemahkan ke dalam video musik dengan pendekatan visual yang lebih ceria dan penuh warna.

Untuk video musik “KAN”, Mawar de Jongh berkolaborasi dengan Bernardus Raka. Konsep visualnya dibuat berbeda melalui eksplorasi look, warna, akting, serta teknik pengambilan gambar.

| Baca Juga: Eby dan Zahra DA7 Rilis ‘Saat Bahagia’, Remake Lagu Ungu dan Andien dengan Sentuhan Koplo

Jika liriknya berbicara tentang pengalaman menghadapi kenyataan setelah mengabaikan intuisi, video musik justru dikemas dengan visual yang lebih playful dan ceria.

“Seru banget karena sebuah konsep yang baru dan ceria secara look-nya, warnanya, acting-nya dan pengambilan gambarnya,” ungkap Mawar mengenai proses pembuatan video musik tersebut. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: