Candramawa, Album Musik Terbaru Danilla Berbicara Soal Pengalaman Batin Manusia
Rumah yang ditempati tidak besar, meja makan pun difungsikan sebagai tempat bekerja bersama perangkat produksi dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Lafa melihat keterbatasan ruang tersebut sebagai bagian dari cara sebuah karya merespons lingkungannya.
| Baca Juga: 45 Lagu Belum Dirilis Bocor, Ariana Grande Kejar Pelaku hingga ke Instagram dan TikTok
“Saya selalu percaya bahwa proses penciptaan karya seni itu adalah proses merespons satu sama lain atau merespons ruang juga,” ujarnya.
Danilla pun merasakan hal serupa, menurutnya ruang kecil tidak terasa sempit ketika masing-masing sedang fokus mengerjakan bagiannya.
Terkait proses kreatif, Lafa menyebut tidak ada indikator khusus yang harus dipenuhi agar ide muncul. “Tidak ada indikator yang harus ada untuk menciptakan ide. Kreativitas itu berdasarkan orang-orangnya. Sementara ruang itu men-support kreativitas tersebut,” katanya.
Sementara itu, Danilla mengaku kerap membiarkan kebuntuan kreatif berlalu dengan sendirinya, dan menjadikan keresahan pribadi sebagai sumber ide untuk berbagi cerita kepada pendengarnya.
| Baca Juga: Eby dan Zahra DA7 Rilis ‘Saat Bahagia’, Remake Lagu Ungu dan Andien dengan Sentuhan Koplo
Salah satu lagu dalam album ini, Pertunjukan Terakhir, ditulis bersama Lafa dan Otta dan memandang tema kematian dari dua sisi, baik dari mereka yang ditinggalkan maupun dari perspektif seseorang yang telah pergi.
Tema kehilangan dalam Candramawa berjalan beriringan dengan gagasan menerima bahwa tidak semua hal dapat diperbaiki atau memiliki jawaban. (*)







