Anak Ikut Lari? Jangan Langsung Duduk Setelah Finis, Ini yang Wajib Dilakukan
“Boleh minum dulu. Jadi sambil minum, nanti kita turunkan heart rate-nya atau suhu tubuhnya agar turun. Baru lanjut kita ke cooling down,” jelasnya.
Dengan demikian, anak tidak perlu langsung melakukan peregangan begitu berhenti berlari. Berikan waktu sejenak agar tubuh dapat bertransisi secara bertahap. Setelah itu, anak dapat diajak melakukan gerakan pendinginan dengan tenang dan sesuai kemampuannya.
| Baca Juga: Greg Nwokolo Tak Paksakan Anak Jadi Pemain Sepak Bola
Otot yang Bekerja Perlu Dilemaskan
Saat berlari, otot-otot tubuh bekerja aktif untuk menghasilkan sekaligus menopang setiap gerakan. Setelah aktivitas selesai, otot tersebut perlu diberi kesempatan untuk kembali rileks.
“Untuk cooling down ini, kita tutup dengan melemaskan otot-ototnya. Jadi, risiko cedera dan risiko fatigue atau down bisa kita minimalisir,” kata Yudhis.
Pendinginan juga menjadi bagian dari upaya menjaga tubuh agar tetap siap menjalani aktivitas pada hari berikutnya. Dengan membiasakan cooling down, anak belajar bahwa menjaga kondisi tubuh setelah berolahraga sama pentingnya dengan mempersiapkannya sebelum berolahraga.
“Untuk hari berikutnya, adik-adik ataupun orang lain masih bisa melanjutkan aktivitas tanpa adanya risiko cedera,” ujarnya.
| Baca Juga: Tak Masukkan ke Playgroup dan Tanpa Babysitter, Olivia Zalianty Pilih Rawat Anak Sendiri
Cooling down tidak harus berlangsung lama. Menurut coach, sekitar 7–10 menit sudah cukup untuk melakukan rangkaian pendinginan setelah berlari.
“Baiknya itu sekitar 7–10 menit, itu sudah aman,” katanya.
Gerakan Sederhana dari Kepala hingga Kaki






