VIVIA MEDIA — Gala premier film Munafik: Melawan Iblis menjadi istimewa karena ikut dihadiri aktris Malaysia Nabila Huda. Dia adalah pemeran asli karakter Maria dalam versi orisinalnya. Sedangkan di film versi Indonesia, karakternya diperankan oleh Acha Septriasa dan berganti nama menjadi Fitri.

Nabila Huda menyatakan rasa bangganya melihat naskah Munafik yang ia bintangi pada 2016 silam kembali dihidupkan di Indonesia setelah satu dekade.

Anak penyanyi Amy Search ini menilai kekuatan cerita yang ditulis oleh Syamsul Yusof tersebut memang layak untuk dinikmati oleh audiens yang lebih luas.

"Secara jujurnya, sudah semestinya saya rasa sangat berbesar hati. Sebab, cerita film Munafik itu kan besar, ceritanya sangat-sangat strong. Semoga memberikan dampak besar kepada penonton di Indonesia juga," kata Nabila Huda saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Senin (24/8/2026).

| Baca Juga: Tantangan Acha Septriasa Perankan Sosok Kerasukan di Film Horor Adaptasi Malaysia

Aktris 41 tahun ini juga menekankan bahwa kolaborasi budaya seperti ini merupakan langkah positif dalam industri perfilman regional.

"Ini adalah satu relationship yang sangat-sangat bagus, bila satu cerita yang sangat baik dan dikongsi di negara yang berbeda, Alhamdulillah," tambahnya.

Berikan Pujian Untuk Pemeran Fitri

Meskipun berperan sebagai karakter yang menginspirasi peran utama di versi Indonesia, Nabila mengaku belum sempat bertatap muka secara langsung dengan Acha Septriasa, pemeran tokoh Fitri (adaptasi dari karakter Maria).

Namun, ia mengungkapkan bahwa keduanya telah menjalin komunikasi melalui media sosial.

| Baca Juga: Perubahan Spiritual Arya Saloka usai Bintangi Film Munafik: Melawan Iblis

"Belum lagi, tak ada kesempatan. Saya ingat dia ada di sini, tapi tak ada. Tapi kami berdua ada saling berkomentar satu sama lain dekat sosial media, tapi tak dapat berjumpa. Ingatkan hari inilah harinya untuk berjumpa," kata Nabila dengan nada sedikit kecewa.

Nabila juga tidak ragu memberikan pujian akting bagi Acha Septriasa. Ia bahkan merasa Acha mampu memberikan performa yang jauh melampaui dirinya.

"Acha adalah seorang pelakon yang sungguh hebat, seorang pelakon yang berpengalaman dan sudah semestinya saya mengikuti perkembangan Acha walaupun saya di Malaysia," puji Nabila.

"Saya percaya dia ada sisi yang berbeda untuk memainkan watak Maria yang di Malaysia sebagai Fitri (versi Indonesia). Saya tengok dari pembikinan di belakang tabir semua. Saya percaya she is better than me," ungkapnya lagi sambil tertawa.

Aktris Malaysia Nabila Huda. Foto: Istimewa

Nostalgia Adegan Mukena Hitam yang Ikonik

Membicarakan Munafik membawa Nabila kembali pada kenangan syuting versi Malaysia yang sangat menantang. Film tersebut bukan hanya debut horor baginya, tetapi juga karya yang mengantarkannya meraih beberapa penghargaan.

Seperti Pelakon Wanita Terbaik di Festival Film Malaysia ke 28. Ia juga dinominasikan untuk Kategori Aktor Terbaik (Film) di Anugerah Skrin 2016 dan MeleTOP Movie Star di MeleTOP Era Awards 2017 melalui film yang sama.

"Pertama sekali, Munafik itu sangat istimewa di hati saya karena itu adalah film horor pertama. Karena film itu saya memenangi anugerah pertama saya sebagai Pelakon Wanita Terbaik di Festival Film Malaysia. Jadi watak Maria itu adalah satu watak yang sangat-sangat berkesan buat saya," kenang Nabila.

Ia menceritakan bahwa adegan paling tak terlupakan adalah adegan ikonik yang melibatkan mukena berwarna hitam, yang hingga kini masih menjadi perbincangan penggemar film horor.

| Baca Juga: Series 'Tante Sonya': Raihaanun Hadirkan Romansa Beda Usia dan Sosok Independent Woman

"Memori yang paling-paling saya tidak boleh lupa adalah scene di mana saya bertelekung pakai mukena warna hitam itu. Itu adalah scene yang paling-paling ikonik bagi saya, yang memang susah untuk dibikin," jelasnya.

Ikut Merasakan Kesulitan Para Pemeran Indonesia

Nabila mengaku bahwa melihat proses syuting film Munafik: Melawan Iblis membuatnya teringat kembali akan perjuangan berat saat produksi film aslinya. Ia bisa merasakan apa yang dialami oleh para aktor Indonesia dalam proyek ini.

"Bila saya dengar pengalaman teman-teman tadi, pelakon-pelakon untuk Munafik: Melawan Iblis, saya terus teringat semula kejadian yang berlaku pada waktu syuting film Munafik bersama teman-teman di Malaysia," kata Nabila.

"Memang sangat susah, tapi saya tetap bersyukur jalan ceritanya, naskahnya itu memberi kesan kepada kita dan dekat kepada diri kita dan dia boleh relate kepada semua orang di mana-mana saja," tutup Nabila. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: