VIVIA MEDIA — Rentetan kasus dugaan pembunuhan mengusik keindahan Pulau Jeju di Korea Selatan. Laporan hilangnya seorang perempuan kini berkembang menjadi skandal nasional dan perhatian global.

Hal itu terjadi setelah tertangkapnya seorang polisi di Jeju yang diduga menutup secara sepihak ratusan laporan kasus orang hilang tanpa konfirmasi nasib akhir dari korban.

Awal Mula Terkuaknya Kasus

Kasus ini bermula dari hilangnya Jang Mi-ran, 37 tahun, yang meninggalkan penginapannya di Hallim-eup, Jeju City, sekitar pukul 22.15 pada 12 Mei 2026 dengan hanya membawa ponsel. Pasangannya baru melaporkan kehilangan tersebut tiga hari kemudian, pada 15 Mei.

Namun, hanya dalam waktu sekitar dua setengah jam setelah menerima laporan, seorang sersan polisi berinisial Bu yang bertugas di tim investigasi orang hilang Kepolisian Sektor Seobu, Jeju, menutup kasus tersebut.

| Baca Juga: Sosok Penembak Rapper Tupac Terungkap dalam Rekaman Terdakwa di Pengadilan Las Vegas

Polisi itu mengklaim telah menghubungi Jang dan perempuan itu menyatakan tidak ingin keberadaannya diketahui keluarganya.

Kecurigaan baru muncul saat keluarga Jang mengajukan laporan orang hilang kedua di Seoul pada 19 Juli. Penyelidikan lanjutan menemukan tidak ada catatan panggilan antara Bu dan Jang. Data itu membuktikan klaim petugas Bu adalah bohong.

Sayangnya, rekaman CCTV di sekitar penginapan Jang sudah terhapus otomatis sebelum polisi mulai memeriksanya kembali, sehingga bukti penting itu hilang selama masa jeda dua bulan tersebut.

Bu sempat diskors pada 11 Agustus atas tuduhan terpisah, yakni kejahatan seksual di lingkungan kantor polisi. Polisi juga mencatat bahwa pada 2023 ia pernah menerima laporan kekerasan dalam rumah tangga yang berujung teguran internal.

| Baca Juga: Kisah Pilu Meninggalnya Prichard Colon, Petinju yang Berjuang 11 Tahun usai Cedera Otak di Ring

Penemuan Empat Jenazah Dalam Tiga Hari

1 2 3

Tags: