VIVIA MEDIA — John Yewen meninggalkan sejenak karakter komika yang selama ini melekat pada dirinya. Dalam film horor terbaru, Suanggi: Ilmu Kutukan, pria asal Papua itu justru tampil sebagai seorang pastor bernama Bapa John.

Peran tersebut menjadi pengalaman yang cukup berbeda bagi John. Ia harus meninggalkan gaya spontan dan humor yang biasa ia tampilkan di panggung komedi, lalu membangun karakter seorang pemuka agama yang tenang dan berwibawa.

Menariknya, John menerima tawaran tersebut bahkan sebelum membaca naskah secara lengkap. Kecintaannya terhadap cerita Suanggi membuatnya langsung tertarik.

“Saya sebelum membaca skrip, saya udah tanda tangan kontrak. Saking saya merasa I love suanggi. Saya tidak tau akan jadi seorang bapak John. Di film inilah kalian bisa lihat saya sangat dekat dengan Tuhan. Ketika saya lihat skrip saya jadi bapak John, wow, saya harus keluar dari dunia saya,” ujar John Yewen saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

| Baca Juga: Film 'Suanggi: Ilmu Kutukan' Rilis Teaser, Angkat Sosok Horor dari Indonesia Timur

Di balik peran tersebut, ada alasan lain yang membuat John menjalani proses syuting dengan perasaan berbeda. Menjadi pastor ternyata berkaitan dengan harapan mendiang ibunya.

Menurut John, sang ibu dahulu pernah berharap dirinya menjadi pastor. Keinginan tersebut memang tidak terwujud dalam kehidupan nyata. Namun, melalui film Suanggi: Ilmu Kutukan, John akhirnya bisa mengenakan pakaian pastor dan menjalani karakter tersebut di depan kamera.

“Sebenarnya menjadi pastor adalah cita-cita yang diinginkan mama untuk Yewen dan akhirnya tercapai walau hanya akting. Namun, Yewen yakin mama bangga jika ia masih ada dan bisa melihat Yewen di film ini,” ungkapnya.

John pun tidak ingin menjadikan karakter Bapa John sebagai sekadar penampilan baru. Ia melakukan sejumlah persiapan agar sosok yang diperankannya terasa meyakinkan.

| Baca Juga: Carissa Perusset Pelajari Budaya Papua demi Peran di Film Horor 'Suanggi: Ilmu Kutukan'

Ia mencari berbagai referensi, lebih sering datang ke gereja, hingga bertemu dengan sejumlah tokoh agama Katolik. Semua itu dilakukan untuk memahami cara membawa diri sebagai seorang pastor.

“Di sini saya emang benar-benar saya harus jadi Bapak John, yang harus keluar dari komika. Ketika baca saya harus yakin, harus rajin ke gereja, berjumpa dengan beberapa uskup. Menurut saya jadi bapak John me itu bukan pilihan, tapi tujuan,” jelas John.

Sementara itu, Suanggi: Ilmu Kutukan membawa cerita horor yang berangkat dari folklore masyarakat Papua dan Kepulauan Maluku. Suanggi dikenal sebagai bagian dari cerita tentang kekuatan ilmu yang memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat Indonesia Timur.

Sutradara Dom Dharmo mengatakan proses pengembangan film dilakukan cukup panjang. Tim produksi menghabiskan waktu sekitar satu tahun untuk melakukan riset mengenai budaya dan cerita Suanggi sebelum membawanya ke layar lebar.

"Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif. Kami menelusuri tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja se-Nusantara karena film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia," tutur Dom Dharmo.

Produser Bona Pascal juga menjelaskan bahwa film ini ingin memperkenalkan Suanggi dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, konsep tersebut tidak selalu berkaitan dengan kejahatan.

“Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah. Suanggi ini awalnya bukan ilmu yang jahat, memang ilmu ini banyak membantu, seperti untuk penyembuhan, mencari nafkah, sesuatu yang baik, mereka melakukan ini. Ketika ilmu jatuh di tangan yang salah, karena punya kekuatan, akhirnya berubah fungsi atau disalahgunakan,” papar Bona Pascal.

Cerita film berpusat pada Beni yang sedang terlilit utang hingga ratusan juta rupiah. Bersama kekasihnya, Gia, ia kemudian kembali ke Pulau Kladum setelah 13 tahun meninggalkan kampung halamannya.

| Baca Juga: Cerita Carissa Perusset Saat Hiatus, Proyek jadi Sutradara dan Sisinya yang Introvert

Alasannya adalah menjenguk ibu angkat yang sedang sakit. Namun, Beni ternyata membawa tujuan lain. Ia ingin mengambil harta peninggalan keluarganya untuk menyelesaikan persoalan utang yang dihadapinya.

Rencana tersebut berubah menjadi petaka ketika kepulangan Beni justru membuka kembali rahasia masa lalu. Sosok Aroba muncul dan menghadirkan teror, termasuk wabah lalat yang mengancam keselamatan warga.

Suanggi: Ilmu Kutukan dibintangi Pangeran Lantang, Iwa K, Carissa Perusset, Dayu Wijanto, Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y, Atina Akinoref, Obi Mesakh, serta John Yewen.

Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: