Film 'Warga Rusun 609' Hadirkan Teror Hantu Berbalut Komedi Kehidupan Bertetangga
VIVIA MEDIA — Warga Rusun 609, film komedi horor terbaru produksi Rapi Films bersama Sky Media Films, Vortera Studios, dan Legacy Pictures, resmi merilis poster serta trailer perdananya. Film yang disutradarai Herwin Novianto dengan skenario karya Upi ini menawarkan perpaduan cerita horor dan kelucuan khas kehidupan bertetangga di rumah susun.
Film Warga Rusun 609 dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Dalam trailer yang dirilis, penonton diperkenalkan dengan Arka yang diperankan Morgan Oey, seorang mahasiswa populer dan berasal dari keluarga kaya. Namun, sebuah taruhan bodoh membuat Arka harus kehilangan hubungan dengan Bunga, karakter yang diperankan Ranty Maria.
Masalah menjadi semakin rumit setelah Bunga ditemukan meninggal dunia. Arwahnya kemudian menghantui kamar 609 dan membuat para penghuni rusun ketakutan.
Tak hanya menghadapi teror hantu, warga rusun juga harus berhadapan dengan ancaman relokasi dari Pak Bahlil yang diperankan David Nurbianto.
| Baca Juga: Ranty Maria Harus Tahan Tawa Saat Jadi Hantu di Film 'Warga Rusun 609'
Situasi tersebut kemudian menjadi sumber kekacauan. Di satu sisi, ada hantu yang tidak mau meninggalkan kamar 609. Di sisi lain, para penghuni rusun juga tidak ingin tempat tinggal mereka digusur.
Mengusung konsep komedi horor, Warga Rusun 609 tidak sekadar menghadirkan adegan menegangkan. Tingkah para penghuni rusun menjadi bagian penting yang membuat cerita semakin kocak.
Film ini merupakan adaptasi dari film horor komedi Thailand Buppah Rahtree. Meski diadaptasi dari cerita Thailand, Warga Rusun 609 membawa kisah tersebut ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Lingkungan rusun dipilih sebagai ruang cerita karena dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika teror mulai muncul, para warga pun menunjukkan beragam reaksi.
| Baca Juga: Cerita Carissa Perusset Saat Hiatus, Proyek jadi Sutradara dan Sisinya yang Introvert
Ada yang panik, ada yang berusaha terlihat berani, ada pula yang memilih mencari orang pintar. Tak ketinggalan, kebiasaan bergosip, saling menyalahkan, hingga ikut campur dalam urusan tetangga turut menjadi bumbu cerita. Kekacauan tersebut justru menjadi kekuatan utama komedi dalam film ini.
"Yang membuat kami tertarik bukan hanya hantunya. Kami membayangkan, kalau kejadian seperti ini benar-benar terjadi di sebuah rusun di Indonesia, bagaimana warga kita akan bereaksi? Pasti ada yang takut, ada yang sok berani, ada yang cari orang pintar, ada yang bergosip, dan semuanya ikut campur," ujar produser Sunil Samtani di Plaza Senayan Jakarta (31/08/2026).
1 2







