VIVIA MEDIA — Penyanyi Mario G Klau kembali menghadirkan karya terbaru yang mengangkat cerita dekat dengan kehidupan banyak orang. Kali ini, Mario menggandeng Grace Kaitlin untuk berduet dalam single bertajuk ‘Riuh’.

Bukan sekadar lagu tentang pertengkaran sepasang kekasih, ‘Riuh’ Mario G Klau featuring Grace Kaitlin justru bercerita tentang perasaan yang terlalu lama dipendam hingga akhirnya berubah menjadi konflik dalam sebuah hubungan.

Lagu ini menggambarkan bagaimana sebuah hubungan yang awalnya dipenuhi cinta perlahan berubah ketika salah satu pihak terlalu sering mengalah. Keinginan untuk mempertahankan hubungan membuat seseorang memilih mengikuti keinginan pasangan, meski di dalam hati sebenarnya ada banyak hal yang ingin disampaikan.

Menurut Mario, persoalan dalam hubungan tidak selalu muncul karena kurangnya rasa cinta. Terkadang, masalah justru tumbuh dari ego, gengsi, keras kepala, hingga ketakutan untuk mengatakan apa yang sebenarnya dirasakan.

| Baca Juga: Fans Berat! Johnny NCT 127 Tiru Gaya Rambut Kim Go Eun di 'Yumi’s Cells'

Mario mengibaratkan perasaan tersebut seperti bom waktu. Semakin lama dipendam, semakin besar kemungkinan emosi itu akhirnya meledak.

“Riuh itu suara keras kepala dari semua orang. Kadang ada banyak hal yang tidak bisa kita ungkapkan secara langsung karena ada gengsi, ego, atau rasa takut kalau hubungan itu justru berakhir ketika semuanya diucapkan,” ujar Mario.

Kisah tersebut kemudian dituangkan dalam lirik ‘Riuh’, termasuk bagian yang menggambarkan seseorang yang perlahan kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri setelah terlalu lama mengikuti keinginan pasangan.

Alih-alih terus memaksakan keadaan, tokoh dalam lagu ini memilih mengambil jarak. Bukan untuk mengakhiri hubungan, melainkan memberi kesempatan bagi dirinya untuk menenangkan pikiran sebelum kembali mencari jalan keluar bersama.

| Baca Juga: Sempat Memanas, Valdy Nyonk dan Ecko Show Akhirnya Berdamai: Karena Kesalahpahaman

Kehadiran Grace Kaitlin menjadi salah satu kekuatan dalam single terbaru Mario G Klau tersebut. Sejak awal, Mario merasa karakter vokal Grace sesuai dengan emosi yang ingin disampaikan melalui ‘Riuh’.

Menurut Mario, Grace memiliki karakter vokal yang polos, tulus, dan tidak dibuat-buat. Hal itu dinilai penting karena ‘Riuh’ membutuhkan penyampaian emosi yang jujur, bukan sekadar kemampuan teknik bernyanyi.

“Lagu ini terlalu jujur untuk dibawakan oleh seseorang yang berpura-pura. Grace menyanyikannya dengan sangat tulus. Rasanya seperti dua orang yang sedang duduk dan ngobrol, bukan sedang menunjukkan kemampuan teknik bernyanyi,” kata Mario.

Menariknya, Mario dan Grace tidak memosisikan diri sebagai pasangan kekasih yang sedang bertengkar dalam lagu tersebut.

| Baca Juga: Lalahuta Aransemen Ulang 'Cobalah Untuk Setia' Lewat LSIH

Keduanya justru seperti dua orang yang sedang berbagi cerita dan pengalaman mengenai sebuah hubungan. Konsep tersebut membuat duet Mario G Klau dan Grace Kaitlin terasa seperti percakapan personal yang intim.

Dibalut aransemen emosional dan perpaduan karakter vokal Mario serta Grace, ‘Riuh’ menawarkan pengalaman mendengarkan yang cukup personal.

Mario bahkan menyarankan pendengar menikmati ‘Riuh’ pada malam hari. Ketika suasana lebih tenang, pendengar dianggap memiliki ruang lebih luas untuk memahami lirik sekaligus merefleksikan pengalaman pribadi. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: